catrawarta.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan konflik militer antara United States dan Iran kemungkinan akan segera berakhir. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah rangkaian serangan militer yang terjadi sejak akhir Februari 2026.
Dalam wawancara dengan media Amerika, Trump menyebut operasi militer terhadap Iran berjalan lebih cepat dari perkiraan awal. Ia bahkan menyatakan konflik tersebut hampir selesai.
“Saya pikir perang ini pada dasarnya sudah selesai,” kata Trump dalam wawancara dengan sebuah Media Internasional.
Trump juga menilai kemampuan militer Iran telah melemah secara signifikan setelah serangkaian serangan udara yang menargetkan berbagai fasilitas militer negara tersebut.
“Iran sudah tidak memiliki angkatan laut, tidak memiliki sistem komunikasi, dan tidak memiliki angkatan udara,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa kemampuan drone dan rudal Iran juga telah banyak dihancurkan.
Konflik Memanas Sejak Februari
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat sejak akhir Februari 2026 setelah serangan udara besar-besaran terhadap sejumlah target strategis di Iran. Operasi militer tersebut dilakukan oleh Amerika Serikat bersama sekutunya.
Serangan itu kemudian memicu respons balasan dari Iran yang meluncurkan serangan drone dan rudal ke beberapa wilayah sekutu Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Konflik tersebut memicu kekhawatiran global karena kawasan Timur Tengah merupakan jalur penting perdagangan energi dunia. Ketegangan di sekitar Strait of Hormuz bahkan sempat memicu lonjakan harga minyak global.
Respons Iran
Meski Trump menyatakan perang akan segera berakhir, pihak Iran memberikan respons berbeda. Pejabat Iran menegaskan bahwa keputusan mengenai berakhirnya konflik tidak sepenuhnya berada di tangan Amerika Serikat.
Militer Iran melalui Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan negara tersebut tetap siap melanjutkan perlawanan terhadap serangan Amerika Serikat dan sekutunya.
Dampak Global
Konflik ini tidak hanya berdampak pada stabilitas keamanan kawasan, tetapi juga memengaruhi ekonomi global. Harga minyak dunia sempat melonjak tajam akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi sebelum kembali turun setelah pernyataan Trump mengenai kemungkinan berakhirnya perang.
Sejumlah negara juga mulai mendorong jalur diplomasi guna mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan Trump bahwa perang dengan Iran akan segera berakhir menjadi sinyal kemungkinan meredanya ketegangan. Namun, dinamika geopolitik di kawasan tersebut masih terus berkembang dan belum menunjukkan tanda penyelesaian yang sepenuhnya jelas.

DIY Bakal Diserbu 8,2 Juta Pemudik, Pengamanan dan Infrastruktur Jadi Fokus Utama 