Warta

DIY Bakal Diserbu 8,2 Juta Pemudik, Pengamanan dan Infrastruktur Jadi Fokus Utama

catrawarta.com — Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali bersiap menghadapi gelombang besar arus mudik Lebaran 2026. Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik...

Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono saat memberikan keterangan kepada media berkaitan dengan kesiapan pengamanan arus mudik dan libur Idul Fitri 2026 (Istimewa)

catrawarta.comDaerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali bersiap menghadapi gelombang besar arus mudik Lebaran 2026. Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik yang diperkirakan akan masuk ke wilayah ini mencapai sekitar 8,2 juta orang selama periode libur Idul Fitri tahun ini.

Angka tersebut menempatkan Yogyakarta sebagai salah satu tujuan mobilitas masyarakat paling favorit selama musim mudik nasional. Lonjakan pergerakan manusia dalam jumlah besar ini tentu membawa konsekuensi serius, mulai dari kepadatan lalu lintas, peningkatan aktivitas ekonomi, hingga potensi gangguan keamanan dan keselamatan perjalanan.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Daerah DIY bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi kesiapan pengamanan arus mudik dan libur Lebaran 2026 di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Selasa (10/3/2026).

Rapat tersebut dipimpin Wakil Gubernur DIY, Sri Paku Alam X, didampingi Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono serta dihadiri unsur TNI, instansi pemerintah, dan berbagai lembaga terkait.

Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono mengatakan, tingginya mobilitas masyarakat setiap musim mudik selalu membawa potensi kerawanan yang perlu diantisipasi secara matang.

“Tingginya mobilitas masyarakat setiap musim mudik berpotensi memunculkan berbagai kerawanan. Selain kepadatan lalu lintas, peningkatan aktivitas masyarakat juga bisa memicu gangguan keamanan maupun risiko bencana akibat faktor cuaca. Oleh karena itu, rapat koordinasi ini kami lakukan untuk memastikan seluruh stakeholder siap menghadapi kondisi tersebut,” ujar Anggoro kepada wartawan di Bangsal Kepatihan.

Operasi Ketupat Progo Digelar 13 Hari

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para pemudik, Kepolisian Daerah DIY akan menggelar Operasi Ketupat Progo 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Dalam operasi tahunan tersebut, kepolisian menyiapkan 25 pos pengamanan yang tersebar di seluruh wilayah DIY meliputi Kota Yogyakarta serta empat kabupaten. Di sejumlah titik strategis, jumlah personel akan diperbanyak guna mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat.

Selain pengamanan di jalan raya, aparat juga memfokuskan perhatian pada simpul-simpul transportasi utama yang diprediksi mengalami peningkatan pergerakan penumpang secara signifikan.

Dua stasiun besar di pusat kota, yakni Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan diperkirakan kembali menjadi pintu masuk utama pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api. Sementara dari jalur udara, aktivitas penerbangan diprediksi meningkat di Bandara Adisutjipto dan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang selama ini menjadi akses utama masyarakat menuju Yogyakarta.

Selain aparat keamanan, berbagai instansi juga menyiapkan dukungan layanan bagi pemudik. “Dinas Kesehatan telah menyiapkan posko-posko 24 jam untuk kesiapsiagaan. Begitu pula dengan Kementerian Agama yang menyediakan fasilitas rest area pada tempat-tempat ibadah yang ditunjuk,” kata Anggoro.

Ia berharap koordinasi lintas sektor ini mampu memastikan pengamanan arus mudik dan masa libur Idulfitri di DIY dapat berjalan lancar.

Infrastruktur Jalan Jadi Sorotan

Dalam rapat koordinasi tersebut, Kapolda DIY juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi infrastruktur jalan di beberapa titik jalur mudik yang masih belum sepenuhnya mulus.

Menurutnya, kondisi jalan yang bergelombang atau rusak berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pemudik yang tidak mengenal karakter medan di wilayah DIY.

Sebagai langkah mitigasi, kepolisian akan meningkatkan intensitas pengawasan dan pengamanan di sejumlah titik rawan tersebut.

Langkah preventif ini dilakukan menyusul laporan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY mengenai beberapa ruas jalan yang masih mengalami kerusakan menjelang arus mudik.

Sejumlah ruas yang dilaporkan mengalami kondisi bergelombang, retak, hingga berlubang antara lain Jalan Kusumanegara, Kota Yogyakarta, Jalan LPMP Kalasan, Sleman dan Jalan Kaliurang.  Di titik-titik tersebut, personel kepolisian akan disiagakan untuk membantu memandu pengendara, khususnya para pemudik yang baru pertama kali melintasi jalur tersebut.

Dengan berbagai langkah kesiapsiagaan tersebut, pemerintah daerah berharap arus mudik Lebaran 2026 di Yogyakarta dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman, sekaligus tetap menjaga citra kota ini sebagai salah satu destinasi favorit masyarakat saat libur Idul Fitri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *