catrawarta.com — Tentara Israel dilaporkan menghancurkan sejumlah kamera pengawas yang mengarah ke markas UNIFIL di Naqoura, Lebanon selatan. Tindakan tersebut memicu keprihatinan dari misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa karena dinilai berdampak pada sistem keamanan personel.(5/4)
Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyatakan bahwa tentara Israel sejak Jumat merusak seluruh kamera yang menghadap kompleks markas. Kamera itu digunakan untuk membantu menjamin keselamatan personel militer dan sipil yang berada di dalam fasilitas tersebut. Ia menambahkan pihaknya menyampaikan keprihatinan serius dan memutuskan untuk mengajukan protes resmi.
Seorang pejabat keamanan PBB menyebut sedikitnya 17 kamera pengawas yang terhubung dengan markas utama di Naqoura rusak dalam waktu sekitar 24 jam. Ardiel juga mengungkapkan bahwa perangkat tersebut “tampaknya dihancurkan menggunakan semacam laser,” sementara pasukan Israel disebut berada di wilayah tersebut dan melakukan pembongkaran bangunan dalam beberapa hari terakhir.
UNIFIL mengingatkan bahwa militer Israel memiliki kewajiban untuk menjamin keselamatan personel PBB serta menghormati fasilitas organisasi internasional itu. Hilangnya sistem pemantauan dinilai meningkatkan risiko keamanan, terutama di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon selatan akibat konflik yang masih berlangsung di kawasan perbatasan.

Selamat Hari Raya Paskah, Paus Tekankan Perdamaian Dunia 