Warta

Siswa MAN 3 Padang Ledakkan Bom Rakitan di Kelas, Dipicu Masalah Perundungan

Dampak perundungan berujung tindakan ekstrem. Seorang siswa berusia 17 tahun di Padang nekat meledakkan bom rakitan di sekolahnya lantaran tak tahan terus-menerus...

Man in dark jacket pointing at a green painted wall inside a room with a small table and bread on it to his left
LOKASI: Karyawan MAN 3 Balai Gadang memperlihatkan lokasi ledakan bom rakitan. (Sumber: Instagram rangkanayan)

catrawarta.comDampak perundungan tak hanya membahayakan diri korban tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Lihat saja di MAN 3 Balai Gadang, Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat. Seorang siswa korban perundungan melampiaskan kejengkelannya dengan membuat bom rakitan dan meledakkannya di sekolah.

Peristiwa itu kontan membuat satu sekolah geger dan seluruh siswa dipulangkan. Polisi yang mengetahui kejadian tersebut langsung meluncur ke lokasi termasuk Tim Penjinak Bom Densus 88.

Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Susmelawati Rosya kepada media menjelaskan pelaku merupakan pelajar sekolah tersebut berusia 17 tahun. Ia nekat membawa bom rakitan dan meledakkan di kelas.

”Telah diamankan seorang siswa kelas 12 yang dipicu masalah psikologis,” ungkap Susmelawati seperti dikutip dari cnn.com.

Ia menjelaskan, pelaku merupakan korban perundungan yang sering dilakukan teman-temannya. Kejengkelannya bertumpuk-tumpuk sehingga membuatnya nekad membawa bom rakitan berdaya ledak rendah.

Buat Bom dari Internet

Pelaku diduga mempelajari cara merakit bom dari internet. Ia terinspirasi dari kejadian di SMA Negeri 72 Jakarta yang juga pernah mengalami kejadian yang sama.

Menurut Kombes Mayndra Eka Wardhana dari Densus 88, ledakan terdengar sekitar pukul 11.30. Para saksi di sekitar sekolah mendengar suara seperti ban Meletus dari dalam sekolah. Mereka menduga ada ban sepeda motor atau mobil yang meledak.

Satuan pengamanan sekolah langsung menuju lokasi ledakan dan menemukan barang bukti bom rakitan. Petugas keamanan langsung lapor ke kepolisian yang segera mendatangi sekolah.

Barang bukti yang ditemukan polisi antara lain tas hitam, kotak hitam, telepon genggam, pisau, petasan, anak panah, kelereng, baut serta lainnya. Polisi masih terus melakukan penyelidikan mengenai kejadian tersebut.

Teror Bom

Sementara itu, teror bom terjadi di sebuah SD di Jagakarsa. Polisi telah melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku teror. Ternyata, pelaku merupakan orang tua salah satu siswa di sekolah tersebut.

Pelaku yang berinisial MY berusia 34 tahun melakukan teror dari rumah. Usai meneror, ia berangkat ke sekolah guna menjemput anaknya. Sikapnya selama menjemput tidak memperlihatkan keanehan.

Polisi segera melakukan pelacakan dan menangkap pelaku di rumah. Tidak ada perlawanan saat polisi menjemput dan membawanya untuk menjalani pemeriksaan. Teror bom, bahkan bercanda tentang bom di fasilitas umum dapat dikenakan sanksi pidana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *