Warta

Satgas PRR Kebut Pembangunan Hunian Tetap Korban Bencana Sumatra

catrawarta.com — Pembangunan hunian tetap untuk korban bencana Sumatra di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus dikebut. Prosesnya akan dilanjutkan setelah...

HUNTAP: Contoh hunian tetap untuk korban bencana di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh.(Sumber: kemendagri)

catrawarta.comPembangunan hunian tetap untuk korban bencana Sumatra di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus dikebut. Prosesnya akan dilanjutkan setelah Lebaran. Sementara itu, hunian sementara sudah selesai semua dan tak ada lagi pengungsi di tenda selama Lebaran.

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian jauh sebelum Ramadan sudah menyampaikan agar pembangunan hunian sementara (huntara) dipercepat. Seluruh pengungsi tenda sudah harus masuk huntara sebelum Lebaran.

Pembangunan huntara menggunakan kayu bekas bencana. Ukuran yang besar-besar memungkinkan untuk dinding, lantai dan bagian lain rumah. Penggunaan bahan tersebut mempercepat proses pembangunan karena tidak harus menunggu dari tempat lain tapi memanfaatkan secara langsung bahan yang ada.

Tito menjelaskan, sebanyak 36.669 unit diproyeksikan dibangun di tiga provinsi terdampak. Saat ini, sekitar 110 huntap telah rampung dibangun dan 1.359 unit lainnya sedang dalam proses pembangunan.

”Proses pembangunan melibatkan kementerian/lembaga, seperti BNPB, Kementerian PKP, Polri, Kemenkopolkam, Danantara, dan pemerintah daerah. Pihak swasta dan perorangan juga ikut terlibat,” ujarnya.

Rumah Aman Gempa

Ia memaparkan, salah satu wilayah pembangunan huntap yakni Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Hunian bangunan BNPB tersebut diproyeksikan menjadi hunian dengan spesifikasi aman gempa.

Hunian tipe 36 dibangun dengan pondasi batu kali, dinding bata ringan (habel), menggunakan baja ringan untuk pondasi atap yang dikombinasikan dengan material spandex untuk atap, dan plafon pvc. Jadi benar-benar aman, ringan dan kuat.

Seorang korban bencana di Desa Balee Panah, Suryani menyambut baik pembangunan huntap. Ia menjadi korban, rumahnya tenggelam dan roboh saat bencana hidrometeorologi menerjang kampung halamannya.

”Kami berharap huntap bisa segera dibangun agar segera bisa pindah, kembali menata kehidupan setelah diterjang bencana,” harapnya.

Ia juga menyampaikan mengapresiasi pemerintah yang telah memberinya bantuan selama periode pascabencana, terutama bantuan berupa bahan kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, mi instan, dan lainnya.

Saat ini di Desa Balee Panah telah terbangun unit percontohan huntap yang pembangunaannya direncanakan segera dikebut setelah Idulfitri. Spesifikasi percontohan yakni dalamnya terdapat ruang utama dan dua kamar tidur dengan satu kamar mandi. Penerangan di dalam rumah menggunakan lampu LED.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *