Warta

Purbaya Tengarai Ada ‘Goreng Menggoreng’ Saham

catrawarta.com — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kini sedang dilanda gonjang ganjing, apalagi setelah muncul pernyataan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi...

#image_title

catrawarta.comPT Bursa Efek Indonesia (BEI) kini sedang dilanda gonjang ganjing, apalagi setelah muncul pernyataan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang ingin memberantas goreng-menggoreng saham di pasar modal Indonesia.

Seperti diketahui, tahun ini, BEI akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan salah satu agendanya adalah pergantian jajaran direksi. Dijadwalkan RUPS berlangsung Juni 2026.

“Pokoknya harus bisa mengerti pasar dan bisa mengembangkan base dari investor retail dan institusi di sini. Hal yang paling penting adalah mereka punya komitmen yang kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab,” ujar Purbaya dalam wawancara cegat seusai Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026 di Gedung BEI Jakarta, Jumat (2/2/2026).

Tentang janjinya memberikan insentif ke pasar modal, Purbaya mengatakan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan memberikan insentif apabila syaratnya terpenuhi, yaitu BEI berhasil memberantas aksi goreng- menggoreng saham.

“Mereka belum minta insentif. Kalau mereka mengerti insentif, saya akan tanya apa prestasinya, berapa orang (penggoreng saham) yang ditangkap,” ujar Purbaya.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menguat ke level 10.000 pada tahun ini, sejalan dengan optimisme, ekonomi domestik akan tumbuh mencapai 6 persen year on year (yoy).

“Saya pikir memang itu optimisme di pasar atau pelaku pasar bahwa kita akan membaik terus ke depan. Kalau saya lihat, pondasi ekonominya yang sudah membaik sekarang, tahun ini akan lebih baik lagi karena kebijakan kita dengan BEI sudah amat sinkron, harusnya ekonomi tumbuh lebih cepat, dan 6 (persen) bukan mustahil dicapai tahun ini,” ujar Purbaya.

Sebagai informasi, masa jabatan jajaran Direksi BEI periode 2022- 2026 berakhir Juni 2026, yang mana dipastikan proses pemilihan direksi terbaru segera dimulai sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
OJK mensyaratkan, calon direksi harus diajukan oleh kelompok minimal 10 Anggota Bursa (AB) dalam satu paket pencalonan, dengan rekam transaksi bersama sedikitnya 10 persen dari total frekuensi dan nilai perdagangan selama 12 bulan terakhir, dengan setiap AB hanya boleh ikut dalam satu kelompok.

Adapun, jajaran direksi BEI saat ini diangkat dalam RUPS pada 29 Juni 2022, dengan masa jabatan ditetapkan empat tahun dan dapat diperpanjang satu kali.

Berdasarkan POJK 58/2016, empat direksi saat ini masih berpeluang maju kembali, diantaranya Direktur Utama Iman Rachman, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Irvan Susandy, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Sunandar, serta Direktur Pengembangan Jeffrey Hendrik.

Sementara itu, tiga direksi lainnya tidak dapat dicalonkan lagi karena telah menjabat selama dua periode, diantaranya Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Kristian Manullang, serta Direktur Keuangan, SDM, dan Umum Risa Effennita Rustam.

Sumber: Antara
Editor : Yuliantoro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *