Catra Budaya, Warta

Pesan Peradaban Fadli Zon Terkait Hari Museum Internasional 2026

catrawarta.com — Puncak peringatan Hari Museum Internasional dilaksanakan di Museum Nasional Indonesia Jakarta pada 18 Mei 2026. Tema yang diusung International Cauncil...

Museum konverensi asia afrika bandung
Museum Konferensi Asia Afrika di Bandung (Dok. Catrawarta)

catrawarta.comPuncak peringatan Hari Museum Internasional dilaksanakan di Museum Nasional Indonesia Jakarta pada 18 Mei 2026. Tema yang diusung International Cauncil of Museums adalah “Museums Uniting a Devided World” (Museum Menyatukan Dunia yang Terpilah).

Sebuah tema yang sangat menukik mengingat kondisi dunia yang kian terpolarisasi. Perbedaan kepentingan politik dan ekonomi antarnegara kadang menghadap-hadapkan mereka pada situasi konflik. Perang menjadi keniscayaan jika ambisi tak dikekang dengan nalar sehat. Dampaknya, tidak saja menimbulkan jatuhnya korban tetapu juga rusaknya pusat-pusat peradaban dunia.

Tak aneh jika kemudian, Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam orasinya mengingatkan akan arti penting museum sebagai penjaga kesinambungan memori kolektif dan warisan peradaban.

“Di tengah dunia yang makin terkoneksi namun juga terfragmentasi akibat konflik, ketimpangan, dan polarisasi, museum harus hadir sebagai ruang publik yang membangun kembali kepercayaan, mempertemukan perbedaan, serta menghubungkan generasi muda dengan sejarah dan warisan peradabannya. Museum bukan sekedar tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi bagian dari infrastruktur kebudayaan dan demokrasi suatu bangsa”, tandasnya dalam siaran pers Kementerian Kebudayaan.

Masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita untuk memberdayakan manfaat museum. Sekedar contoh, Yogyakarta mempunyai museum terbanyak di Indonesia tetapi belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan secara maksimal. Memang harus integral dan terpadu agar masyarakat luas bisa mendekat dan mengunjungi museum. Pendekatan teknologi informasi bisa dimaksimalkan sesuai karakter generasi milenial atau gen-z.

Koleksi museum juga bisa dikaitkan dengan materi pembelajaran di sekolah sehingga anak mampu merekonstruksi pengerahuan secara akurat. Disinilah perlunya guru membangun sinergi tematis agar sekali kunjung kd museum beberapa materi mata pelajaran bisa terpenuhi. Ke museum sekedar wisata tidak salah tetapi betapa sia-sia sebuah museum jika tak mampu membekali pengunjungnya dengan studi peradaban.

Ada empat landasan kebijakan permuseuman, menurut Fadli Zon, yang diterapkan di Indonesia. Pertama, museum sebagai instrumen pembentuk jati diri bangsa. Kedua, ruang kewargaan yang memperkuat kohesi sosial. Ketiga, ruang pemulihan kedaulatan budaya. Keempat, infrastruktur hulu ekonomi budaya.

Pada bagian akhir orasinya, Fadli Zon berharap museum dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang berbudaya.

“Mengunjungi museum harus menjadi kebiasaan baru masyarakat, terutama generasi muda, agar museum benar-benar hidup sebagai ruang publik, ruang pengetahuan, ruang peradaban, sekaligus pilar masa depan Indonesia”, pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *