Warta

Kasus ISPA Melonjak Pascabencana, Dokter Sarankan Selalu Pakai Masker dan Alas Kaki

catrawarta.com — Bencana banjir bandang tidak hanya merusak lingkungan dan infrastruktur, tetapi juga memicu ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Infeksi Saluran Pernapasan...

catrawarta.comBencana banjir bandang tidak hanya merusak lingkungan dan infrastruktur, tetapi juga memicu ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mendominasi dengan ribuan kasus di lokasi bencana Suamtra.

Dokter spesialis paru RSUP Dr Sardjito Yogyakarta sekaligus dosen FK-KMK UGM, dr Ika Trisnawati MSc SpPD KP menjelaskan penyakit menular kerap menjadi masalah utama setelah bencana. Lingkungan yang kotor, sanitasi buruk, serta keterbatasan air bersih membuat kuman mudah berkembang.

“ISPA hampir selalu muncul pascabanjir karena kondisi lingkungan tidak mendukung kebersihan dan pengendalian penyakit,” papar Ika.

Ia menjelaskan, pengendalian penyakit di wilayah terdampak bencana lebih sulit karena keterbatasan fasilitas dasar. Anak-anak, terutama balita, dan lansia menjadi kelompok paling rentan karena sistem kekebalan tubuh yang belum matang atau sudah menurun. 

Selain itu, penderita penyakit kronis seperti diabetes, jantung, ginjal, kanker, serta perokok juga berisiko lebih tinggi mengalami perburukan kondisi.

Cek kesehatan tim kesehatan ugm memeriksa masyarakat yang terdampak bencana foto dok ugm
CEK KESEHATAN: Tim Kesehatan UGM memeriksa masyarakat yang terdampak bencana.(Foto: dok UGM)

Kelompok Rentan

Ika menekankan pentingnya perlindungan diri bagi korban bencana, terutama kelompok rentan. Evakuasi ke tempat yang lebih bersih dan aman, penggunaan masker, alas kaki tertutup, serta perawatan luka terbuka menjadi langkah penting untuk mencegah infeksi.

Menurutnya, gejala ISPA umumnya muncul setelah banjir, ketika lumpur mengering dan partikel debu memudahkan virus serta bakteri masuk ke saluran pernapasan. Ia juga mengingatkan bahwa ISPA tidak selalu memerlukan antibiotik.

”Antibiotik hanya diberikan jika ada komplikasi bakteri dan harus dengan resep dokter. Yang utama adalah istirahat cukup, minum air, nutrisi baik, dan vitamin,” tandas Ika.

Lebih lanjut, ia menilai peran pemerintah dan relawan sangat krusial untuk mencegah wabah, melalui penyediaan pengungsian layak, air bersih, makanan bergizi, alat pelindung diri, serta layanan kesehatan darurat.

Ia pun mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap menjaga kebersihan dan saling melindungi di tengah segala keterbatasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *