Warta

FTI UKDW Yogya Bangun Ekosistem Pendidikan Metaverse

catrawarta.com — Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta makin mengglobal. Fakultas ini baru saja memperkuat komitmen internasionalisasi dengan...

FTI UKDW dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama dengan lima institusi di Asia. (Istimewa)

catrawarta.comFakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta makin mengglobal. Fakultas ini baru saja memperkuat komitmen internasionalisasi dengan menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) bersama lima institusi di Asia.

Melalui kolaborasi tersebut, FTI UKDW membangun platform pembelajaran berbasis metaverse yang memungkinkan sivitas akademika merasakan pengalaman belajar dan riset lintas kampus dalam satu ruang virtual terpadu. Penandatanganan kesepakatan dilakukan di University of the Philippines Open University, Los Banos, Filipina.

“Kolaborasi ini menjadi bagian dari inisiatif internasional bertajuk MANGOs (Metaverse of Academic Nexus for Global Opportunities). Dimana setiap institusi anggota berkontribusi menghadirkan konten pembelajaran dan riset yang dapat diakses secara daring,” kata Dekan FTI UKDW, Restyandito SKom MSIS PhD dalam keterangan persnya, Jumat (6/3/2026).

Selain itu, lanjutnya, seluruh mitra sepakat untuk terlibat aktif dalam pertukaran pendidikan dan penelitian berbasis teknologi metaverse secara berkelanjutan.

Restyandito menjelaskan, kolaborasi itu telah dirintis sejak 2024. Dalam tahap awal, Prof Lunchakorn Wuttisittikulkij dari Chulalongkorn University bersama Prof Somrudee Deepaisarn dari Thammasat University mengunjungi UKDW dan menyelenggarakan workshop metaverse serta kuliah umum bagi dosen dan mahasiswa FTI.

“FTI UKDW mengirim dua mahasiswa untuk mengikuti program magang selama satu bulan di Chulalongkorn University guna mengembangkan DutaVerse sebagai fondasi awal ekosistem metaverse kampus,” terangnya.

Menurutnya, ke depan, kolaborasi tersebut membuka peluang strategis bagi FTI UKDW. Pertama, mahasiswa memperoleh akses lebih luas terhadap pengalaman belajar global. Kedua, dosen dapat memperkuat jejaring dan kolaborasi riset internasional. Ketiga, institusi dapat menguji serta mendemonstrasikan teknologi secara imersif dalam konteks akademik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *