Warta

Dokter Gizi Luruskan Pernyataan Sudaryono Yang Sebut Banyak Makan Telur Buat Bisulan

Kepala BGN Sudaryono sebut banyak makan telur bikin bisulan. Dokter Dion Haryadi luruskan mitos ini: bisul dipicu infeksi bakteri, bukan telur.

Dokter Dion Haryadi. (Sumber: Tangkapan Layar IG @dionharyadi)

catrawarta.comCurhatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik oleh Presiden Prabowo, Sudaryono soal banyak makan telur bisa sebabkan bisulan menuai sorotan kalangan dokter.

Usai dilantik pada Rabu, 22 Juli 2026, Sudaryono sempat membagikan pengalaman masa kecilnya saat tumbuh di Grobogan, Jawa Tengah. Sudaryono mengatakan kalau kebutuhan gizinya selama masa pertumbuhan dipenuhi dari hasil peternakan ayam milik ibunya karena wilayah tempat tinggalnya jauh dari pantai hingga membuat konsumsi ikan menjadi jarang.

“Saya adalah orang yang lahir di desa. Ibu saya memelihara ayam di rumah dan saya adalah efek dari makan bergizi,” ucap Sudaryono.

Ia menambahkan bahwa kebiasaan mengonsumsi telur dalam jumlah banyak sewaktu kecil sempat memunculkan dampak fisik pada tubuhnya.

“Mohon maaf, mungkin kami bukan orang kaya tapi kami dari kecil biasa makan telur banyak karena kami pelihara, sampai, maaf, jadi bisulan di mana-mana,” imbuhnya.

Sudaryono juga menilai bahwa kebiasaan tersebut membantunya tumbuh sekaligus menggerakkan rantai ekonomi. “Saya merasa bisa tumbuh berkembang karena telur, karena ikan jarang di Grobogan yang jauh dari pantai. Dan efeknya dengan memberikan gizi, bisa menyerap ekonomi lokal lah,” tukas pejabat yang dilantik untuk menggantikan posisi Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

​Pernyataan Sudaryono yang viral itu lantas memantik tanggapan langsung dari dokter Dion Haryadi, seorang dokter umum yang dikenal aktif sebagai konten kreator edukasi gizi, nutrisi, dan kebugaran di media sosial.

Melalui unggahan video pada Jumat, 24 Juli 2026, dokter Dion memberikan klarifikasi medis guna mencegah terjadinya kekeliruan persepsi di tengah masyarakat.

“Izin meluruskan, ini sebenarnya hal kecil aja, tapi takutnya orang jadi salah paham, ngirain makan telur banyak itu bikin bisul,” ucap dokter Dion.

Ia menegaskan bahwa timbulnya bisul bukan dipicu oleh konsumsi telur, melainkan akibat adanya kontaminasi mikroba pada kulit.

“Sebenarnya, bisul itu disebabkan infeksi bakteri kulit. Jadi, lebih banyak berhubungan dengan kebersihan tubuh, bukan makan telur kebanyakan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keluhan gatal setelah mengonsumsi telur merujuk pada kondisi medis lain.

“Kalau ada gatal-gatal setelah makan telur, mungkin bukan bisul. Tapi alergi dan harus cek ke dokter untuk pemeriksaan,” lanjutnya.

​Lebih lanjut, dokter Dion menjelaskan soal bahan pangan hewani tersebut agar tidak dijauhi oleh masyarakat.

“Ini saya izin ngelurusin karena kasihan sama telur yang sering dikambinghitamkan sebagai penyebab bisul,” kata dokter Dion.

Ia menerangkan bahwa telur justru tergolong sebagai salah satu asupan yang sangat kaya akan nutrisi serta sangat praktis untuk disajikan sehari-hari.

“Padahal telur itu adalah salah satu bahan makanan yang padat gizi, rasanya enak, gampang ngolahnya, sat-set. Jadi, jangan disalahin, jangan dikambinghitamkan,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *