catrawarta.com — Dalam sepak bola, ada istilah diving atau pura-pura menjadi korban pelanggaran. Biasanya pelaku diving menjatuhkan diri atau meringis kesakitan seolah-olah menjadi korban. Padahal sebenarnya sedang memainkan drama supaya pihak lawan memperoleh pelanggaran.
Wasit yang cermat akan menjatuhkan sanksi pada kategori cukup berat bagi pelaku diving dengan kartu kuning. Pelaku dinilai tidak sportif karena berusaha ”menipu” dengan berperilaku tidak jujur. Pada sepak bola sportivitas menjadi kunci utama permainan.
Masing-masing tim tidak hanya membidik kemenangan tetapi juga harus menjaga nilai-nilai kejujuran. Olahraga apapun, sportivitas selalu menjadi nilai penting yang ditekankan. Di sinilah mental atlet diuji. Mereka yang sekadar mengincar kemenangan akan bercenderungan melangkahi nilai-nilai sportivitas. Yang penting menang, kalau bisa menghalalkan segara cara.
Federasi sepak bola dunia (FIFA) sudah mengatur segala hal di dalam maupun luar lapangan. Termasuk mengenai diving yang merupakan salah satu bentuk ketidakjujuran alias tidak sportif. Menurut aturan FIFA, diving merupakan bentuk mensimulasikan pelanggaran, pura-pura menjadi korban pelanggaran guna mengelabui wasit.
Saat ini sudah ada kamera VAR (Video Assistant Referee) yang membantu wasit melihat situasi di lapangan terutama ketika terjadi pelanggaran. Kamera bisa melihat dari jarak sangat dekat sehingga wasit dapat melihat secara lebih jelas dan detil. Dengan begitu, pengadil bisa memberi sanksi yang lebih teliti.
Dua Kali Pelanggaran
Seperti pada pertandingan Argentina melawan Swiss yang berlangsung seru dan ketat. Argentina yang lebih diunggulkan seolah tidak berkembang menghadapi Swiss. Kedua tim sangat berhati-hati. Permainan juga cenderung ”panas” karena pasti keduanya ingin meraih tiket ke babak semifinal.
Sampai pada salah satu insiden yang membuat pemain Swiss, Breel Embolo mendapat kartu merah karena akumulasi dua kartu kuning. Ia terlihat jatuh saat mengambil bola, kakinya mengenai kaki Leandro Paredes. Wasit Joao Pedro semula langsung memberi kartu kuning pada Leandro.
Para pemain Argentina protes dan meminta wasit melihat kamera VAR. Joao pun segera mendekati VAR dan mengamati peristiwa tersebut secara cermat. Terlihat jelas ternyata tidak ada pelanggaran dari Leandro. Sebaliknya Embolo dinilai melakukan diving karena ”sengaja” menyentuhkan kakinya ke kaki Leandro.
Karena sebelumnya sudah melakukan pelanggaran dan memperoleh kartu kuning, wasit langsung mengeluarkan kartu merah pada menit 71:20. Pelaku diving dalam aturan FIFA memang pantas diganjar kartu kuning karena tidak sportif, berbohong berusaha mengelabui wasit.
Akumulasi dua kartu kuning langsung membawa Embolo meninggalkan lapangan. Ia tampak menangis berjalan menuju ruang ganti. Beberapa orang mengawal dan mengikutinya meninggalkan stadion. Pemain Swiss masih melakukan protes tetapi wasit tetap pada pendiriannya.

Halida Hatta Ungkap Alasan Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Indonesia 