Warta

Mungkinkah Argentina Mempertahankan Gelar Juara Dunia?

Messi telah mencatat 18 gol dalam 28 pertandingan FIFA World Cup. Ia masih berpeluang mencetak lebih banyak gol apabila timnya bisa mempertahankan...

Soccer player in argentina jersey raising arms to celebrate on a packed stadium field after a match smiling at fans
MESSI: Sosok penggerak Timnas Argentina, Lionel Messi. (Sumber: instagram leomessi)

catrawarta.comSejak Piala Dunia FIFA digelar pertama tahun 1930 di Uruguay, tidak banyak negara yang dapat mempertahankan gelar secara berturut-turut. Sangat jarang timnas satu negara mampu meraih kembali gelar yang diperoleh pada perhelatan sebelumnya.

Berbagai sumber menyebutkan, hanya ada 2 negara yang mampu mempertahankan juara FIFA World Cup, yakni Italia dan Brazil. Italia menjadi juara berturut-turut pada tahun 1934 dan 1938 sedangkan Brazil pada 1958 dan 1962. Hingga sekarang, belum ada yang menyamai prestasi kedua negara itu.

Kalau saja nanti Argentina sebagai salah satu yang diunggulkan dapat menjadi juara, maka negara tersebut menjadi negara ketiga yang bisa meraih gelar jawara secara berturut-turut. Tahun 2022 lalu, Argentina menjadi juara setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti di Qatar.

Sebagai juara bertahan, Argentina tentu akan berusaha keras agar piala tidak bergeser ke negara lain. Ini terlihat dari dipertahankannya Lionel Messi menjadi salah satu squad meskipun usianya sudah menjelang 40 tahun, tepatnya 38 menjelang 39 tahun.

Tidak dapat dipungkiri, Messi masih menjadi tulang punggung tim. Di usianya yang tak lagi muda, ternyata ia masih digdaya. Terbukti, pada babak penyisihan kali ini, ia sudah mencetak 5 gol yang menjadikannya top scorer untuk sementara. Namun demikian, ia menjadi top scorer sepanjang sejarah piala dunia karena telah membukukan 18 gol.

Tunjukkan Performa Bagus

Meskipun tidak lagi membela klub besar di liga Eropa yang pernah dijalaninya, Messi memperlihatkan performa yang cukup bagus. Ia menjadi penggerak tim, tak heran kalau pelatih Lionel Scaloni menunjuknya menjadi kapten tim.

Messi menjadi penggerak sekaligus motivator seluruh pemain. Semua, mulai dari pemain hingga pelatih sangat menghormatinya. Karena itu, Ketika di lapangan, pemain memberinya kesempatan untuk mencetak gol guna menutup kariernya di piala dunia.

Seluruh gol yang tercipta pada piala dunia kali ini merupakan kerja sama tim yang memberinya peluang menciptakan rekor. Terlihat sangat jelas bagaimanaa rekan-rekannya dengan taktik unik dan sulit ditebak, memberi bola-bola bagus pada Messi.

Media Inggris, bbc.com melaporkan kehebatan Messi nyaris terhenti pada tahun 2016. Ia pernah frustasi dan ingin gantung sepatu akibat kekalahan timnya dari Cile di final Copa America. Waktu itu, ia gagal mengeksekusi penalti dalam adu penalti. Argentina kalah dan ia merasa sangat terpukul.

”Bagi saya, karier di tim nasional sudah berakhir. Saya sudah melakukan semua yang saya bisa. Rasanya menyakitkan tidak menjadi juara,” ungkap Messi seperti dikutip dari bbc.com.

Bangkit Lagi Menjelang Senja

Setelah berlaga di klub besar dan menorehkan prestasi luar biasa, termasuk membawa timnas menjuarai FIFA World Cup 2022, ia bangkit kembali. Semangatnya menyala, ia bukan tipe pemain malas yang hanya menunggu bola matang.

Messi seperti teman-temannya, selalu bergerak. Kelebihannya membawa dan mengolah bola menjadi ciri khas tersendiri. Banyak yang menyamakan dirinya dengan legenda Argentina, Diego Maradona. Keduanya memiliki tubuh kecil, pendek, untuk ukuran pemain dunia.

Akan tetapi, ukuran tubuh yang kecil justru membuat lawan kesulitan menahan liak-liuknya di depan gawang. Keduanya sering mengecoh dan menciptakan gol dari posisi yang sulit dan mustahil dilakukan pemain dengan ukuran tubuh besar. Inilah kelebihan kedua pemain tersebut.

Pada hari Senin (22/6/2026), tepat 40 tahun setelah Diego Maradona mencetak dua gol dalam kemenangan 2-1 di perempat final melawan Inggris, Messi kembali menorehkan sejarah baru dalam dunia sepak bola dengan mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 atas Austria.

Dengan hasil itu, Messi telah mencatat 18 gol dalam 28 pertandingan FIFA World Cup. Ia masih berpeluang mencetak lebih banyak gol apabila timnya bisa mempertahankan performa atau malah meningkatkannya untuk meraih posisi puncak, kembali menjadi juara!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *