Catra Cendekia, Warta

Bisa Fatal, Jangan Anggap Remeh Hipertensi!

catrawarta.com — Banyak orang menganggap hipertensi penyakit yang biasa, hanya muncul saat kelelahan, banyak pikiran dan kondisi tertentu. Sehingga, penderita hanya minum...

Group of villagers seated in a circle as two young women and a man in blue shirts present information at the front of a room Behind them a colorful banner hangs on the wall
SOSIALISASI: Para mahasiswa Ners UMY saat mengikuti kegiatan di Posyandu Lansia ''Fatmawati''.(Sumber: dok UMY)

catrawarta.comBanyak orang menganggap hipertensi penyakit yang biasa, hanya muncul saat kelelahan, banyak pikiran dan kondisi tertentu. Sehingga, penderita hanya minum obat secukup dan ketika sudah dianggap normal tak lagi minum obat.

Berhenti minum obat hipertensi sangat berbahaya. Hipertensi dapat menimbulkan hal-hal yang fatal seperti strok dan penyakit jantung. Hal itu wajar, karena hipertensi umumnya tidak ada gejala fisik yang terlihat. Bahkan penderita tidak merasakan apa-apa.

Guna memberikan gambaran yang jelas tentang penyakit tersebut, sejumlah mahasiswa Program Studi (Prodi) Profesi Ners (Keperawatan) Falultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberi edukasi penyakit hipertensi di Pos Pelayanan Terpadu Lanjut Usia (Posyandu Lansia) ”Fatmawati”, Perumahan Puspa Indah, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul.

Mereka mendapat pendampingan dosen pembimbing Nopriyan S Kep M Kep serta tim petugas kesehatan dari Puskesmas I Kasihan Bantul. Kehadiran para mahasiswa bersamaan dengan kegiatan pemeriksaan rutin bulanan setiap tanggal 29 di Posyandu Lansia ”Fatmawati” Puspa Indah.

Kecenderungan Hipertensi

Sebelum memberikan penjelasan soal hipertensi, mahasiswa terlebih dulu mengajak peserta melakukan senam ringan lansia. Setelah itu, dilanjutkan penyuluhan. Dari hasil pemeriksaan para lansia di posyandu yang jumlahnya sekitar 60 orang, beberapa diketahui memiliki kecenderungan tensi tinggi.

Mereka ada yang sudah rutin minum obat tensi, namun tak sedikit pula yang mengabaikan, sehingga sering mengeluh tiba-tiba sakit kepala. Menghadapi hal itu, mahasiswa meminta penderita hipertensi tidak membiarkan penyakitnya.

Pada sosialisasi tersebut, mahasiswa menyampaikan hipertensi bisa karena genetik atau faktor keturunan, namun tak sedikit pula akibat pola atau gaya hidup, usia dan obesitas. Selain itu, tensi bisa dipicu karena memiliki penyakit seperti ginjal, jantung dan lain-lain.

Gejala hipertensi antara lain sakit kepala, nyeri dada dan sesak napas. Kemudian beberapa gejala lain seperti mata berkunang-kunang dan mimisan.

Hipertensi Bisa Dikendalikan

Mereka menjelaskan pula hipertensi tak bisa disembuhkan, namun dapat dikendalikan, misalnya dengan mengkonsumsi obat, mengurangi makan yang asin-asin, rutin berolahraga, berhenti merokok dan pola makan bergizi, memperbanyak sayuran serta buah-buahan.

Ketua Posyandu Lansia ”Fatmawati” Sary Anggraeni mengapresiasi kehadiran mahasiswa Ners UMY yang memberikan pemahaman tentang hipertensi. Ia berharap, para lansia bisa lebih mengetahui, sehingga tak menganggap sepele penyakit tersebut.

Selama ini, kecuali melayani para lansia di perumahan, posyandu juga menjadi ”jujugan” atau tempat konsultasi bagi para lansia warga kampung sekitar yang jumlahnya masih cukup banyak.

Dosen Pembibing dari Prodi Ners UMY Nopriyan S Kep M M Kep, berterima kasih atas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan di posyandi yang diinisiasi Puskesmas I Kasihan. Bagi UMY, Puskesmas I Kasihan sudah menjadi mitra untuk memfasilitasi kegiatan mahasiswa UMY.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *