Warta

Angka Kasusnya Tinggi, Pemkab Pati Gaspol Lawan TBC

catrawarta.com — Tingginya kasus Tuberkusis (TBC) di Kabupaten Pati Jawa Tengah memaksa pemerintah setempat turun tangan untuk ikut mengatasi. Hal ini dikarenakan...

Group of officials and healthcare workers at a free health check event banner reading cek kesehatan gratis in the background
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus didampingi Pelaksana Tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra ikut memantau pelaksanaan cek kesehatan TBC yang ditujukan bagi warga di salah satu puskesmas di Kabupaten Pati. (Jatengprov.go.id)

catrawarta.comTingginya kasus Tuberkusis (TBC) di Kabupaten Pati Jawa Tengah memaksa pemerintah setempat turun tangan untuk ikut mengatasi. Hal ini dikarenakan wabah penyakit tersebut sudah masuk kategori serius.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terus berupaya mempercepat (gas pol) penanganan TBC melalui cek kesehatan gratis di 120 titik, menyusul temuan 2.658 kasus sebelumnya. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan, pihaknya segera melakukan validasi ulang data pasien, untuk memastikan seluruh kasus tertangani secara tepat dan terukur dalam waktu singkat.

“Ada 2.658 pasien di tahun lalu, dan di tahun ini kita akan lakukan cek ada tambahan pasien lagi. Jadi semua datanya akan kita finalisasi dalam 10 hari ke depan,” tegasnya, saat mendampingi kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI, di Balai Desa Kutoharjo, belum lama ini.

Dia juga memastikan, pendataan akan mencakup seluruh keluarga pasien, sebagai langkah antisipatif guna memutus rantai penularan di tingkat rumah tangga.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan, kunjungan tersebut merupakan bagian penguatan intervensi pemerintah pusat di daerah dengan beban kasus tinggi, sekaligus menindaklanjuti peringatan organisasi kesehatan dunia (WHO), yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak kedua di dunia.

“Jadi mudah-mudahan sebelum akhir tahun, 120 titik lokasi di seluruh Kabupaten Pati, masyarakat yang tertular bisa dicek dan kalau sakit bisa diobati,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, lanjutnya, pemerintah menyediakan layanan cek kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan foto rontgen bagi keluarga pasien, untuk mendeteksi penularan secara dini serta menentukan langkah penanganan lanjutan.  “Bagi yang belum terinfeksi akan diberikan obat pencegahan, sementara yang sudah terpapar langsung diobati agar tidak menular lebih luas,” jelasnya.

Selain aspek medis, pihaknya juga mulai menata faktor lingkungan, dengan mendata rumah tidak layak huni yang berpotensi memperparah penyebaran penyakit, terutama hunian dengan ventilasi buruk. “Ini kami sedang mendata, minimal di Pati tadi sudah ada 34 rumah yang didaftarkan untuk direnovasi,” tambah Wamenkes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *