Catra Wisata, Warta

Ada Rasa Nostalgia dalam Seporsi Sego Berkat Mbah Pawiro Ranti Gunungkidul

Sego Berkat Mbah Pawiro Ranti Gunungkidul menawarkan menu makanan tradisional khas bercita rasa manis nan gurih. Ada daun jati yang jadi alas...

Sego berkat mbah pawiro ranti gunungkidul jajakan menu tradisional dengan bungkus daun jati
Sego Berkat Mbah Pawiro Ranti Gunungkidul Jajakan Menu Tradisional dengan Bungkus Daun Jati. (Google Maps: Ricky)

catrawarta.comBagi sebagian orang, makanan bukan hanya soal rasa, tetapi juga kenangan yang tersimpan di dalamnya. Hal itu yang coba dihadirkan Mbah Pawiro Ranti di Gunungkidul melalui beragam menu tradisional yang membawa nuansa nostalgia lewat racikan khas dan suasana yang sederhana.

Di tengah perkembangan kuliner modern, Mbah Pawiro Ranti di Gunungkidul tetap mempertahankan pesona masakan tradisional dengan cita rasa yang mengingatkan pada suasana masa lalu. Warung ini dikenal lewat sajian khasnya yang sederhana, tetapi menghadirkan pengalaman makan penuh nostalgia lewat olahan rumahan yang kaya rasa.

Tak cuma warga lokal, sajian menu tradisional dari warung yang satu ini juga turut menyita perhatian pembeli dari luar kota. Misal Mira (45) dan keluarga asal Magelang, Jawa Tengah yang sedang berwisata di Gunungkidul ini.

Mira mengaku, dia beserta keluarga memang tengah menikmati waktu luang. Dia sengaja jauh-jauh datang ke warung andalan yang telah lama ada di bucket list.

“Sudah lama banget pengen ke sini. Kebetulan ini anak masih libur sekolah, jadi sekalian nyobain menu makanan tradisional yang kita (keluarga) memang cocok. Ke sini, dan beneran cocok di lidah,” ungkap Mira kepada wartawan catrawarta, Kamis (9/7).

Lebih lanjut, Mira berterus terang jika saat ini menemui makanan tradisional yang menggunakan alas berupa daun jati memang cukup langka. Di sini, dia bisa menikmati makanan yang punya aroma khas dari daun jati yang menambah sensasi nostalgia.

“Daun jatinya juga yang bikin paling beda dari lainnya. Ini di sini masih ada. Aromanya jadi beda aja,” tambahnya.

Sajikan Menu Andalan Bercita Rasa Manis

Memang benar, seporsi menu lengkap di warung unik satu ini menggunakan daun jati yang menjadi identitas khusus dari tanah Gunungkidul. Bungkus tradisional ini tidak hanya ramah lingkungan karena bebas sampah plastik, tetapi juga membuat makanan lebih awet, hangat lebih lama, dan memberikan aroma khas yang menggugah selera.

Bagi sebagian besar warga lokal, daun ini begitu dekat dengan keseharian. Di sana, pengunjung pun bakal bernostalgia lagi dengan nuansa warung yang cukup unik, bak kembali ke masa lampau.

Memasuki dapur Mbah Pawiro Ranti, aroma bumbu tradisional langsung menyeruak. Semua masih diolah secara manual, tanpa bantuan blender atau mesin. Tiap bahan yang hendak dimasak diperlakukan dengan begitu baik.

Satu porsinya, sego berkat dengan alas daun jati ini akan disajikan lengkap dengan lauk-pauk ala rumahan sederhana. Pengunjung bisa memilih beberapa lauk seperti telur, ayam bacam, iso, paru, babat, empal sapi, bihun, tempe oseng, hingga serundeng yang diolah dengan rasa manis dan gurih.

Soal resepnya, warung ini memilih menjaganya secara ketat melalui warisan turun-temurun. Kini sang pengelolanya disebut merupakan generasi keempat dari trah Mbah Pawiro Ranti sendniri.

Variasi harga yang ditawarkan pun macam-macam. Pengunjung bisa merogoh kocek mulai dari harga Rp8 ribu hingga Rp30 ribu tergantung dengan lauk apa saja yang dipilih.

Tak hanya berjualan menu khasnya yakni nasi berkat, warung yang berada di jantung kota Wonosari itu juga menawarkan makanan pendamping lainnya. Di antaranya ada apem, lemet, gethuk, kacang bawang, marning, abon sapi, hingga kerupuk tradisional yang siap menemani pengunjung mencicipi rasa manis nan gurih bercampur nostalgia di sini.

Bagi yang ingin mencicipi sajian rasa nostalgia, pengunjung bisa menemukan rumah bercat hijau dengan tulisan warung ‘Sego Berkat Mbah Pawiro Ranti’ di Jalan Pramuka No.41, Pandansari, Wonosari, Yogyakarta.

Meski berdiri di tengah kota dan zaman serba cepat, Warung Sego Berkat Mbah Pawiro Ranti seolah tak pernah lelah memberikan ingatan manis dari masa kecil yang istimewa dengan nasi berlauk-pauk sederhana berbungkus daun jati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *