Catra Cendekia

Karya Anak 8 Tahun Ikut Misi Artemis II ke Bulan

catrawarta.com — Sebuah karya dari anak berusia 8 tahun akan ikut dalam misi luar angkasa Artemis II yang dijadwalkan mengorbit Bulan. Benda...

Lucas ye merancang boneka bernama rise yang akan dibawa dalam kapsul orion Dalam kondisi mikrogravitasi boneka ini akan melayang dan menjadi penanda bahwa pesawat telah memasuki fase tanpa bobot
Lucas Ye, merancang boneka bernama Rise yang akan dibawa dalam kapsul Orion. Dalam kondisi mikrogravitasi, boneka ini akan melayang dan menjadi penanda bahwa pesawat telah memasuki fase tanpa bobot.

catrawarta.comSebuah karya dari anak berusia 8 tahun akan ikut dalam misi luar angkasa Artemis II yang dijadwalkan mengorbit Bulan. Benda tersebut bukan alat teknologi kompleks, melainkan boneka kecil yang berfungsi sebagai indikator gravitasi nol.

Anak tersebut, Lucas Ye, merancang boneka bernama Rise yang akan dibawa dalam kapsul Orion. Dalam kondisi mikrogravitasi, boneka ini akan melayang dan menjadi penanda bahwa pesawat telah memasuki fase tanpa bobot.

Fungsi ini sebenarnya bukan hal baru dalam penerbangan luar angkasa. Sejak lama, astronaut menggunakan benda kecil sebagai indikator visual untuk mengetahui kondisi gravitasi. Namun, yang berbeda dalam misi ini adalah proses pemilihannya.


Sains yang Terbuka untuk Publik

Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, membuka kompetisi global untuk merancang indikator tersebut. Lebih dari 2.600 desain dikirimkan dari berbagai negara sebelum akhirnya desain Lucas Ye dipilih.

Dalam keterangannya, NASA menyebut bahwa indikator tersebut tidak hanya berfungsi teknis, tetapi juga memiliki nilai simbolik. “Zero gravity indicator will float when the spacecraft reaches microgravity, marking an important phase of the mission,” demikian pernyataan resmi NASA.

Boneka Rise sendiri terinspirasi dari foto “Earthrise” pada misi Apollo 8, yang menggambarkan Bumi dari perspektif luar angkasa.


Bagian Kecil dari Misi Besar

Misi Artemis II merupakan penerbangan berawak pertama NASA yang akan mengorbit Bulan setelah lebih dari 50 tahun sejak era Apollo. Dalam misi ini, empat astronaut akan melakukan perjalanan mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi.

Komandan misi, Reid Wiseman, menyampaikan bahwa keberadaan indikator ini juga memiliki makna tersendiri bagi kru. “It will float alongside us as we travel around the Moon,” ujarnya.

Meski tidak menjadi bagian dari sistem utama, indikator ini tetap memiliki fungsi sebagai penanda kondisi penerbangan. Selain itu, keterlibatan karya anak dalam misi ini menunjukkan upaya membuka partisipasi publik dalam program sains.


Kehadiran Rise dalam Artemis II menunjukkan bahwa sains tidak selalu harus dimulai dari hal yang kompleks. Dalam konteks ini, ide sederhana tetap bisa memiliki peran, selama memiliki fungsi dan relevansi dengan kebutuhan misi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *