Catra Milenia

Penularan Cepat Influenza H3N2 Picu Kewaspadaan, Pakar Ingatkan Risiko Penyebaran

catrawarta.com — Kasus influenza A subtipe H3N2 menjadi perhatian karena penularannya yang berlangsung cepat. Aktivitas virus ini terpantau meningkat di sejumlah negara...

Penularan cepat influenza h3n2 picu kewaspadaan pakar ingatkan risiko penyebaran
Penularan Cepat H3N2 Tingkatkan Kewaspadaan Influenza

catrawarta.comKasus influenza A subtipe H3N2 menjadi perhatian karena penularannya yang berlangsung cepat. Aktivitas virus ini terpantau meningkat di sejumlah negara dan telah terdeteksi di Indonesia melalui surveilans influenza. Di ruang publik, muncul istilah superflu untuk menggambarkan laju penularan tersebut. Istilah ini tidak merujuk pada jenis virus baru, tetapi pada kemampuan H3N2 menyebar ke lebih banyak orang dalam waktu singkat dibanding flu musiman pada umumnya.

Peneliti Mikrobiologi Klinik Universitas Indonesia, Nastiti, mengatakan kecepatan penularan menjadi salah satu alasan munculnya istilah superflu.

“Nah masalahnya mungkin salah satu jadi penyebab istilah ‘superflu’ ini karena penularannya cepat, jadi satu orang itu bisa menulari dua sampai tiga orang sekitarnya, diperkirakan varian ini mungkin bisa menulari lebih tapi belum ada penelitiannya,” kata Nastiti dalam diskusi daring bertajuk “Mengenali dan mewaspadai superflu” yang diikuti dari Jakarta.

Nastiti menjelaskan, H3N2 bukan virus baru. Subtipe ini telah lama dikenal dan menjadi salah satu penyebab influenza musiman. Namun pemantauan menunjukkan H3N2 kembali dominan dalam sirkulasi virus influenza saat ini. Kondisi tersebut berkontribusi pada peningkatan jumlah kasus flu di berbagai wilayah.

Sejumlah negara melaporkan lonjakan pasien influenza yang berdampak pada peningkatan kunjungan ke fasilitas kesehatan. Tekanan layanan kesehatan terjadi karena banyak kasus muncul dalam periode yang berdekatan. Pola ini menjadi perhatian karena berpotensi terulang di wilayah lain, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, pemantauan influenza secara rutin menunjukkan keberadaan virus H3N2. Kelompok tertentu dinilai lebih berisiko mengalami gejala berat, seperti anak usia balita, lansia, serta orang dengan penyakit kronis atau gangguan sistem imun.

Gejala yang muncul umumnya berupa demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan badan lemas. Pada sebagian kasus, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Nastiti menekankan pentingnya langkah pencegahan untuk menekan risiko penularan. Vaksinasi influenza tahunan dinilai dapat membantu menurunkan risiko sakit berat. Selain itu, kebiasaan dasar seperti mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, dan beristirahat ketika kondisi tubuh menurun perlu diterapkan secara konsisten.

Surveilans influenza menunjukkan virus masih aktif beredar di masyarakat. Penularan yang cepat membuat kewaspadaan menjadi penting, terutama di ruang tertutup dan tempat dengan mobilitas tinggi. Upaya pencegahan dini dinilai berperan besar dalam menekan penyebaran dan dampak influenza di masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *