catrawarta.com — Timnas Spanyol sukses menumbangkan juara bertahan, Argentina di Final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7). Hasilnya, Spanyol berhak mengangkat trofi Juara Piala Dunia 2026.
Di tengah euforia Timnas Spanyol di lapangan usai laga berakhir, ada satu momen yang cukup menyita perhatian publik. Ada penyerang sayap kanan bernomor punggung 19 yang justru terlihat sedikit menyendiri sesaat usai laga dinyatakan usai.
Ya, siapa lagi jika bukan Lamine Yamal. Bocah ajaib yang mampu melesat jauh bak mesin jet ini terlihat melakukan sedikit ‘ritual’ usai berlaga. Pria yang menariknya masih berusia 19 tahun itu berdiri di atas lutut dan menengadahkan kedua tangan ke atas, mengucap doa lalu mengusap kedua tangan ke wajahnya.
Lamine Yamal seolah tak lupa untuk bersyukur kepada Tuhan atas pencapaian besarnya kini yang berhasil menjuarai kompetisi bergengsi sepakbola dunia.
Usai berdoa, Yamal yang mengaku bangga sebagai muslim ini lantas mulai mengikuti rekan sejawatnya untuk selebrasi bersama. Mulai dari saling merangkul, menangis bahagia, hingga mengangkat trofi Juara Piala Dunia 2026 bersama di atas podium kebanggaan FIFA hingga seluruh dunia.
Deretan Prestasi Besar Yamal Sebelum 20 Tahun

Menariknya, pencapaian besar Yamal yang spektakuler ini melengkapi daftar prestasinya sebelum berusia 20 tahun. Tepat sebelum sukses mengantarkan La Roja menjadi Juara Piala Dunia 2026 ini, ada serangkaian kejuaraan besar yang juga sukses diikutinya.
Bahkan tercatat, pemain berdarah Maroko dan Guinea Khatulitiwa ini belum sempat mengalami kekalahan dalam turnamen besar saat menjadi bagian dari skuad inti Spanyol.
Berdasarkan data dari Opta hingga selesainya Piala Dunia 2026, setiap kali Lamine Yamal dipasang sejak menit pertama (sebagai starter) di ajang Piala Eropa (Euro) maupun Piala Dunia, Spanyol selalu keluar sebagai pemenang dalam waktu normal maupun perpanjangan waktu.
Rekor ini resmi mencatatkan 13 kemenangan dari 13 pertandingan yang ia lalui sebagai starter di turnamen major. Kehadiran Yamal sebagai starter terbukti menjadi jimat keberuntungan dan fondasi taktik bagi pelatih Luis de la Fuente.
Catatan kemenangan beruntun tersebut tersebar di dua turnamen besar. Di antaranya meliputi 6 laga starter di UEFA Euro 2024 yang keseluruhan pertandingan ini dimenangi oleh Spanyol. Ada juga 7 laga starter FIFA World Cup 2026 yang membuat Spanyol kembalil unggul dan Yamal menjadi bagian dari inti perjalanan skuad La Roja.
Dengan keberhasilan menjuarai Piala Dunia 2026 di usia 19 tahun, ia menjadi remaja pertama dalam sejarah sepak bola yang sukses mengawinkan trofi Euro dan Piala Dunia sebelum menginjak usia 20 tahun.
Selamat, Lamine Yamal!

BRIN Kembangkan Sistem Rekomendasi Karier Berbasis OBE 