Warta

Al Azhar Mesir Wacanakan Buka Cabang di Indonesia

catrawarta.com — Reputasi Universitas Al Azhar Kairo Mesir tentu sudah tak perlu diragukan lagi. Indonesia juga menempatkan Al Azhar menjadi perguruan tinggi...

Menteri Agama Nasaruddin Umar (tengah)

catrawarta.comReputasi Universitas Al Azhar Kairo Mesir tentu sudah tak perlu diragukan lagi. Indonesia juga menempatkan Al Azhar menjadi perguruan tinggi rujukan dan menjadi salah satu pilihan mahasiswa negeri ini untuk studi lanjut.

Wajar jika kemudian, Indonesia berencana membuka cabang Al Azhar di Indonesia. Untuk misi tersebut, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kini sedang bertolak ke Mesir.

“Kunjungan kami ke Mesir, akan menindaklanjuti petunjuk Bapak Presiden terkait kemungkinan bekerja sama dengan Al-Azhar di Indonesia sebagaimana pernah dibahas dalam pertemuan bilateral beberapa negara Muslim,” ujar Menag sebelum keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang.

Di negeri tersebut Menag juga menjadi menjadi pembicara kunci pada seminar internasional tentang ekoteologi

Menag menilai pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia dapat menjadi solusi efektif bagi mahasiswa Asia Tenggara yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh dan menghadapi berbagai tantangan regional untuk belajar di Mesir. 

“Sudah waktunya Al-Azhar itu dibantu dengan membuka cabang di Indonesia, sehingga anak-anak Asia Tenggara tidak perlu ke Mesir. Cukup ke Indonesia, sementara dosen-dosen Al-Azhar dan fasilitas pembelajarannya disiapkan di sini,” tutur Menag.

Selain memperluas akses pendidikan Islam, langkah ini juga dinilai dapat membantu Al-Azhar menghadapi beban pendidikan yang semakin berat. “Mesir sekarang overloaded, selain menanggung pengungsian dalam jumlah besar juga jumlah mahasiswa internasional meningkat, sementara beban ekonominya berat,” jelas Menag.

Menurut Menag, gagasan pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia mendapat dukungan dari sejumlah negara sahabat seperti Qatar, Abu Dhabi dan Yordania. Skema kerja sama yang akan dibahas meliputi kemungkinan program dual degree, joint faculty, maupun model pendidikan langsung dengan pengajar dari Universitas Al-Azhar.

Selain agenda kerja sama pendidikan, Menag juga memenuhi undangan resmi Universitas Al-Azhar untuk menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam seminar internasional bertema ekoteologi. Kehadiran Menag dalam forum tersebut merupakan mandat Presiden RI untuk menyampaikan pandangan Indonesia tentang pendekatan keagamaan dalam pelestarian lingkungan.

Menag menjelaskan, perhatian dunia terhadap konsep ekoteologi Indonesia terus menguat. Isu ini sebelumnya juga mengemuka dalam forum lintas agama di Vatikan dan mendapat respons positif dari para pemimpin keagamaan internasional. “Dianggap paling representatif untuk bicara ekoteologi saat ini adalah Indonesia,” kata Menag. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *