catrawarta.com — Muhammadiyah mengingatkan Israel supaya tidak bertindak sewenang-wenang pada mereka yang membawa bantuan untuk Palestina. Para pembawa bantuan sekaligus penyampai perdamaian agar suasana di sana kondusif.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan hal itu dalam siaran persnya, Rabu (20/5/2026). Ia juga mengecam tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza. Dalam rombongan kemanusiaan ada pula sejumlah jurnalis Indonesia.
Ia menegaskan Muhammadiyah secara konsisten menolak segala bentuk intervensi yang menggunakan kekerasan maupun politik kekerasan dalam penyelesaian konflik internasional.
”Muhammadiyah selalu mengecam setiap bentuk intervensi bahkan juga menggunakan kekerasan atau politik kekerasan yang akhirnya merugikan semua pihak,” tandas Haedar dalam siaran tertulisnya kepada media.
Jalankan Misi Kemanusiaan
Para jurnalis dan aktivis kemanusiaan yang saat ini ditahan tidak memiliki kepentingan politik. Mereka menjalankan misi kemanusiaan dan tugas jurnalistik untuk menyuarakan kondisi rakyat Palestina.
Muhammadiyah menegaskan, Israel jangan bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat Palestina maupun berbagai pihak yang hadir membawa misi perdamaian dan kemanusiaan.
”Jangan sampai menghadapi persoalan Palestina dengan tindakan yang justru merugikan pihak-pihak yang membawa misi kemanusiaan dan perdamaian,” ujar Haedar ditujukan pada Israel, seperti dalam pernyataan tertulisnya.
Ia minta komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengambil langkah nyata atas berbagai tindakan kekerasan yang dilakukan Israel. Menurutnya, perang dan konflik berkepanjangan menunjukkan hilangnya nilai-nilai kemanusiaan.
Hubungan Diplomatik
Seperti diberitakan di berbagai media, militer Israel mencegat sejumlah kapal dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan Mediterania Timur menuju Gaza. Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah warga negara Indonesia, termasuk jurnalis dari media nasional yang tengah menjalankan tugas peliputan kemanusiaan.
Hingga kini mereka masih dalam ”tahanan” Israel dan belum ada tanda-tanda bakal dilepas. Situasi agak sulit karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Karena itu, minta bantuan pada PBB dan negara-negara lain yang menjalin hubungan dengan Israel merupakan langkah realistik.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra mengatakan akan mengambil langkah hukum atas kejadian tersebut. Pihaknya sedang mengumpulkan berbagai data dan informasi. Keselamatan WNI menjadi prioritas pemerintah dan bakal berusaha sekuat tenaga menjamin kondisi mereka yang sedang ditahan.

Keraton, Kampus dan Kampung 