Warta

Mudik Bareng Kurangi Risiko Kecelakaan sekaligus Mempererat Solidaritas

catrawarta.com — Tradisi mudik yang terbesar di dunia ada di Indonesia dan Tiongkok. Di Negeri Tirai Bambu, miliaran perjalanan terjadi saat Imlek....

MUDIK: Pelepasan mudik Bersama Kementerian Kesehatan ke berbagai tujuan di Sumatra dan Jawa.(Sumber: Kemenkes)

catrawarta.comTradisi mudik yang terbesar di dunia ada di Indonesia dan Tiongkok. Di Negeri Tirai Bambu, miliaran perjalanan terjadi saat Imlek. Di Indonesia, jutaan orang mudik guna merayakan Lebaran di kampung halaman masing-masing.

Pemudik menggunakan berbagai fasilitas selain angkutan umum juga kendaraan pribadi bahkan sepeda motor. Risiko paling rawan pada pemudik dengan sepeda motor. Guna mengurangi risiko tersebut, berbagai Lembaga pemerintahan maupun swasta menggelar mudik bareng menggunakan bus.

Kali ini, Kementerian Kesehatan menggelar mudik bareng dengan 1.126 peserta. Sebanyak 26 armada bus melayani perjalanan ke berbagai kota di Jawa dan Sumatra, guna membantu pegawai kembali ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan sehat.

”Mudik bukan sekadar pulang kampung, tetapi pulang dari hati. Kita kembali bertemu keluarga dengan kehangatan setelah sekian waktu berpisah,” ungkap Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.

Mudik ke Sejumlah Kota

Bus mudik Kemenkes melayani berbagai rute menuju kota-kota besar antara lain Padang, Bukittinggi, Palembang, Malang, Surabaya, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Purworejo. Tujuan terjauh ke Medan, Sumatra Utara.

Dante menegaskan, program ini dapat memudahkan pegawai menjangkau kampung halaman tanpa harus menghadapi risiko perjalanan yang melelahkan. Meskipun sudah memperoleh fasilitas mudik bersama, ia menyarankan pemudik tetap menjaga kesehatan.

”Istirahatlah setelah beberapa jam perjalanan, sopir, kru dan juga penumpang bisa sebentar melepas penat sekaligus melakukan cek Kesehatan,” ujarnya.

Pengemudi Wajib Cek Kesehatan

Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha menambahkan penyelenggaraan mudik bersama menggunakan pendekatan kesehatan yang ketat, termasuk pemeriksaan kesehatan bagi para pengemudi. Sebelum berangkat, pengemudi wajib menjalani cek kesehatan.

”Ada cek kesehatan gratis, termasuk untuk para pengemudi. Sejak awal, mereka juga menjalani tes kesehatan untuk memastikan tidak ada konsumsi narkoba atau alkohol, serta pemeriksaan terkait kesehatan jiwa. Sehingga semua berjalan lancar dan aman,” papar Kunta.

Selain itu, kesiapan layanan kesehatan di sepanjang jalur mudik juga telah dikoordinasikan dengan berbagai pihak. Ada pos layanan kesehatan di rest area dan titik lainnya. Dokter dan perawat dapat disuplai dari fasilitas kesehatan terdekat pada masing-masing pemberhentian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *