Warta

Konservasi Mangrove Bukan Sekadar Menanam

catrawarta.com — Keberadaan tanaman mangrove di sepanjang pantai bukan hanya sebagai peneduh. Ketika menjadi hutan, mangrove menjadi penghalang abrasi, tsunami dan tempat...

MANGROVE: Anggota DPR RI Gandung Pardiman melihat dari dekat kondisi hutan mangrove Baros dan fasilitas untuk wisatawan, mahasiswa dan peneliti.(Foto: istimewa)

catrawarta.comKeberadaan tanaman mangrove di sepanjang pantai bukan hanya sebagai peneduh. Ketika menjadi hutan, mangrove menjadi penghalang abrasi, tsunami dan tempat Utama habitat laut.

Karena itu, konservasi mangrove bukan sekadar menanami tetapi sekaligus menjaga dan mempertahankan saat sudah menjadi hutan. Itu yang yang berlangsung di Baros Tirtohargo Kretek Bantul, DIY.

Pemuda setempat dan berbagai komunitas melakukan konservasi dan menjaga hingga tumbuh berkembang. Kini, Kawasan tersebut menjadi wisata mangrove yang menarik pengunjung dari berbagai daerah bahkan manca negara.

Bangun Fasilitas Wisata

Berbagai fasilitas dibangun guna membuat pengunjung makin nyaman dan aman. Inilah yang dilakukan anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Gandung Pardiman. Ia melihat dari dekat konservasi mangrove Baros.

Kunjungannya untuk melihat langsung hasil pembangunan jembatan kayu untuk jalur tracking di hutan mangrove, sejumlah gazebo dan musala dari Program Desa Mandiri Mangrove. Program itu berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup/ Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Program Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM) merupakan inisiatif Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup yang fokus pada rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

”Melalui pendekatan berbasis partisipasi, desa diarahkan mengelola mangrove secara mandiri melalui peraturan desa, pelatihan budidaya, serta pengembangan ekowisata, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan iklim,” papar Gandung.

Bantuan untuk Menambah Fasilitas

Ketua Karang Taruna Keluarga Pemuda Pemudi Baros sekaligus pengelola konservasi hutan Mangrove Baros, Rico Septian mengatakan pada bulan Agustus 2025 pihaknya menerima sosialisasi Program Desa Mandiri Peduli Mangrove.

Penyelenggara kegiatan Komisi VII DPR RI dalam hal ni Gandung Pardiman bersama Kementerian Lingkungan Hidup/ Badan Pengendali Lingkungan Hidup.

Pengelola konservasi hutan mangrove Baros menerima bantuan sejumlah Rp 150 juta untuk pembangunan jembatan kayu sebagai jalur tracking dalam hutan mangrove, pembangunan gazebo dan musala.

Selain membantu wisatawan menyusuri hutan, jalur tersebut sangat membantu mahasiswa dan peneliti. Mereka bisa lebih mudah menyusuri hutan mangrove untuk melakukan berbagai kegiatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *