Catra Cendekia, Warta

Kenali Leptospirosis, Berisiko Mematikan!

catrawarta.com — Musim hujan mengakibatkan banyak genangan air. Pada genangan air inilah terdapat berbagai penyebab penyakit, termasuk yang mematikan. Leptospirosis salah satunya....

Dr drh Tri Wulandari K MKes.(Foto: istimewa)

catrawarta.comMusim hujan mengakibatkan banyak genangan air. Pada genangan air inilah terdapat berbagai penyebab penyakit, termasuk yang mematikan. Leptospirosis salah satunya.

Leptospirosis merupakan infeksi bakteri yang kerap luput dari perhatian masyarakat. Banyak tidak tahu risikonya sangat fatal, bisa mematikan!

”Penyakit zoonosis itu banyak ditemukan di negara tropis seperti Indonesia, terutama pada musim hujan dan saat terjadi banjir. Ketika kondisi lingkungan menjadi media ideal bagi penyebaran bakteri,” ungkap Dosen KedokteranUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr drh Tri Wulandari K MKes.

Ia menuturkan, penyebab leptospirosis yakno bakteri Leptospira yang secara alami hidup di ginjal tikus dan dikeluarkan melalui urin. Urin kemudian mencemari tanah, air, dan lingkungan sekitar, sehingga menjadi sumber penularan bagi manusia maupun hewan lainnya.

Angka Kematian Cukup Tinggi

Menurut Wulan, urin tikus yang mengandung bakteri Leptospira tidak hanya berisiko bagi manusia, tetapi juga dapat menginfeksi hewan lain, seperti ternak maupun hewan domestik. Hewan-hewan tersebut kemudian berpotensi menjadi sumber penularan baru.

Lingkungan yang terkontaminasi urin tikus menjadi media utama penularan leptospirosis pada manusia. Meski prevalensinya tidak setinggi beberapa penyakit menular lain, leptospirosis memiliki case fatality rate atau angka kematian yang cukup tinggi sehingga memerlukan perhatian serius.

Hingga kini leptospirosis masih tergolong penyakit yang belum menjadi prioritas utama dalam sistem penanganan kesehatan masyarakat.

”Penularan leptospirosis terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang terluka, selaput lendir, atau tertelan secara tidak sengaja saat seseorang kontak dengan air atau lingkungan yang terkontaminasi urin tikus. Risiko penularan meningkat signifikan pada musim hujan, terutama di wilayah yang tergenang air atau terdampak banjir,” papar Wulan.

Gunakan Alas Kaki

Ia minta masyarakat lebih waspada saat beraktivitas di lingkungan berisiko. Gunakan alas kaki, sarung tangan, serta menghindari kontak langsung dengan air yang berpotensi terkontaminasi.

Setelah bakteri masuk ke dalam tubuh, gejala awal leptospirosis umumnya berupa demam. Namun, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan serius pada organ vital.

”Gejala awal biasanya demam, tetapi infeksi dapat berlanjut menjadi kerusakan organ dalam, seperti ginjal dan jantung,” imbuh Wulan.

Tingkat keparahan juga dipengaruhi oleh jenis bakteri Leptospira, karena terdapat beberapa tipe yang berbeda. Inilah yang membuat leptospirosis berbahaya dan berpotensi mematikan.

Ia mendorong pemerintah untuk meningkatkan prioritas penanganan leptospirosis, terutama pada musim hujan. Di sisi lain, masyarakat juga harus lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

”Waspadai potensi kontak dengan air yang terkontaminasi, guna menekan risiko penularan penyakit,” tegas Wulan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *