catrawarta.com — Prosesi pemakaman Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, yang gugur bersama sejumlah anggota keluarganya, berakhir di Kota Mashhad, Iran, Kamis (9/7/2026) malam waktu setempat.
Mengutip laporan kantor berita Iran, IRNA, prosesi penghormatan terakhir dimulai sekitar pukul 15.00 waktu setempat dari Jalan Imam Reza di Mashhad dan dihadiri jutaan pelayat yang memadati jalan-jalan utama kota hingga kawasan Kompleks Makam Suci Imam Reza.
Pada pukul 22.00 waktu setempat, jutaan warga berkumpul di pelataran makam suci dan jalan-jalan di sekitarnya untuk melaksanakan salat jenazah bagi Ayatollah Khamenei. Salat jenazah dipimpin oleh putra sulungnya, Hojjatoleslam Seyyed Mostafa Hosseini Khamenei.
Upacara pemakaman tersebut menandai puncak masa berkabung nasional yang berlangsung selama beberapa hari di seluruh Iran. Mashhad menjadi lokasi perpisahan terakhir bagi pemimpin tertinggi Iran tersebut sebelum prosesi pemakaman resmi berakhir.
Sepanjang perjalanan iring-iringan jenazah, lautan manusia mengelilingi kendaraan yang membawa jenazah Ayatollah Khamenei dan anggota keluarganya. Massa juga meneriakkan slogan-slogan politik, di antaranya “Matilah Amerika”, “Matilah Israel”, serta seruan terhadap pihak-pihak yang dianggap menentang konsep Velayat-e Faqih atau Kepemimpinan Ulama dalam sistem Republik Islam Iran.
Bendera merah yang melambangkan tuntutan balas atas darah Imam Hussein dengan seruan “Ya La-Tharat al-Hussein”, serta bendera Republik Islam Iran, terlihat berkibar di sepanjang rute prosesi pemakaman.

Profil Rachmat Gobel, Politisi & Anggota DPR yang Tutup Usia 