catrawarta.com — Tempat penjualan hewan kurban mulai terlihat di berbagai lokasi. Bukan saja di pasar hewan tetapi juga di pinggir jalan bahkan perkampungan. Semua hewan tampak sehat dan segar. Namun begitu, perlu ketelitian saat membeli hewan kurban.
Majelis Ulama Indonesia dalam lamannya memberi panduan cara memilih hewan kurban yang baik dan benar-benar layak. Menurut MUI, kondisi fisik dan status kesehatan ternak menjadi kunci utama menghadirkan daging kurban yang aman, sehat, utuh dan halal.
Mengutip pernyataan pakar peternakan IPB University, Dr Henny Nuraini, kriteria hewan kurban yang sehat bisa dilihat dari Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Qurban.
Dijelaskannya, hewan kurban yang memenuhi syarat syari yakni sapi, kerbau, domba, kambing dan unta. Namun unta tidak lazim di Indonesia. Persyaratan hewan kurban, dalam peraturan menteri tersebut, harus sehat, tidak cacat seperti buta, pincang, patah tanduk, putus ekornya atau daun telingnya rusak.
”Tidak kurus, berjenis kelamin jantan, tidak dikebiri, memiliki buah zakar lengkap dua buah dengan bentuk dan letak yang simetris. Kemudiaan hewan harus cukup umur,” papar Henny seperti dikutip dari MUI Digital.
Surat Keterangan Sehat
Peneliti sekaligus pelatih di Pusat Kajian Halal IPB University tersebut menambahkan, hewan kurban kambing atau domba harus berusia di atas satu tahun atau ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Sedangkan sapi atau kerbau, di atas dua tahun atau ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Begitu pula unta berusia di atas lima tahun.
Menurutnya, pernyataan hewan sehat harus berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan hewan yang dilakukan oleh dokter hewan atau paramedik veteriner. Ada bukti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Seluruh pengiriman atau pemasukan ternak dari satu wilayah ke wilayah lain juga harus dilengkapi dengan SKKH.
Sementara itu, hewan yang sehat juga dapat dikenali dari aspek fisik dan perilakunya. Inilah ciri-cirinya yang cukup banyak dan masyarakat harus teliti. Hewan harus aktif dan responsif, nafsu makan dan minum baik, rambut dan kulit sehat, mata jernih dan cerah sorot mata tajam, bersih, tidak berair dan tidak ada kotoran.
Hidung dan mulut terlihat lembab dan bersih tidak ada lendir atau berair, bersih, tidak berbau. Selain itu, kotoran normal, tekstur kotoran normal, tidak diare atau keras. Suhu tubuh dan tanda vital normal sekitar 38.5 – 39 oC, frekuensi nafas 20 – 30 kali/menit, denyut nadi 50 – 60 kali/menit.
Ciri-ciri lain, perilaku sosial baik, tidak menyendiri, ternak tidak terpisah dari kelompoknya. Bentuk tubuh sempurna yakni anggota badan lengkap, berdiri tegak, tubuh proporsional, perut tidak bengkak, kaki juga sempurna. Itulah ciri-ciri hewan kurban sehat dan layak. Jangan sampai salah pilih!

Suasana Hangat di Kraton Jogja, Wedang Semlo Temani Pertemuan 3,5 Jam Megawati dan Sri Sultan 