Warta

Banyak Penyakit, Teliti Memilih Hewan Kurban

catrawarta.com — Indonesia saat ini berada pada fase pengendalian wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD). Bukan hanya...

Row of brown cows in a covered barn eating hay from a central aisle
KURBAN: Suasana tempat penjualan hewan kurban di Kulon Progo menjelang Iduladha.(Sumber: Humas Pemda DIY)

catrawarta.comIndonesia saat ini berada pada fase pengendalian wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD). Bukan hanya itu, masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit Antraks, Tuberkulosis, dan Peste des Petits Ruminants (PPR) pada hewan.

Kondisi tersebut harus terus diwaspadai terlebih menjelang hari besar Iduladha. Pengawan dan pemeriksaan hewan serta daging kurban menjadi sebuah keharusan.

Kampus berusaha memberi bantuan dengan menerjunkan mahasiswa guna melakukan pengawasan. Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM mengerahkan 325 mahasiswa pemeriksa hewan dan daging kurban di lima kabupaten/kota.

Kegiatan tersebut juga melibatkan sekitar 200 dosen dan dokter hewan dengan waktu pelaksanaan pada Selasa-Jumat, 26-29 Mei 2026. Mereka akan tersebar di berbagai tempat terutama yang memiliki kerawanan.

Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni, Dr Arie Sujito mengungkapkan beberapa aspek kesehatan hewan, seperti keamanan pangan, dan kehalalan daging kurban menjadi perhatian penting.

Komitmen Kampus

”Aktivitas seperti ini menjadi komitmen UGM untuk memastikan peristiwa teologi bisa dikonstruksi sebagai peristiwa sosial, jadi harus diawasi dan diurus,” ujar Arie dalam siaran pers tertulisnya.

Ia mengapresiasi inisiatif FKH pada penerjunan mahasiswa pemeriksa hewan kurban. Menurutnya, aktivitas tersebut merupakan bentuk komitmen kampus untuk terus berkontribusi pada masyarakat.

Pada kesempatan berbeda, Fakultas Peternakan UGM menggelar pelatihan kurban dengan peserta panitia kurban, jagal, hingga masyarakat umum. Mereka memperoleh pengetahuan lengkap mulai dari fikih kurban hingga praktik penanganan hewan dan pengelolaan daging sesuai standar kesehatan yang higienis.

”Kurban itu bukan sekadar menyembelih, tetapi bagaimana kita memastikan hewan diperlakukan dengan baik, prosesnya aman bagi manusia, dan hasilnya layak dikonsumsi,” jelas narasumber pelatihan, Ir Cuk Tri Noviandi PhD.

Kesalahan dalam penanganan hewan menurutnya kerap terjadi. Ia memberi contoh mulai dari hewan yang stres hingga proses penyembelihan yang tidak sesuai standar. Kondisi hewan saat hidup sangat memengaruhi kualitas daging.

Ia memberi saran pentingnya manajemen kurban. Sebaiknya penyembelihan tidak ditonton banyak orang, panitia harus bisa melakukan pengendalian massa. Mereka, terutama yang bersentuhan dengan hewan perlu menggunakan alat pelindung diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *