Warta

Ada Pelanggaran di SPPG, Puluhan Orang Keracunan MBG di Jember

Dugaan keracunan MBG kembali terjadi di Basalsari, Jember, Jawa Timur yang terdiri dari siswa TK, MI dan beberapa orang tua.

Woman wearing a pink hijab sits beside a hospital bed looking down at a patient with an iv stand nearby In a clinical setting with medical equipment and bags on the table behind her
KORBAN: Orang tua menunggu anaknya yang menjadi korban keracunan MBG di Jember, Jawa Timur.(Sumber: Instagram liputan6.sctv)

catrawarta.comSebanyak 29 orang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bangsalsari, Jember, Jawa Timur. Keracunan menimpa siswa TK dan MI serta beberapa orang tua. Mereka mengalami gejala pusing, perut mual dan muntah-muntah setelah menyantap makanan dari MBG.

Para korban telah mendapat penanganan langsung dari puskesmas dan rumah sakit. Seluruh biaya pengobatan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Kejadian tersebut berawal dari saat mereka menerima jatah MBG dari dapur SPPG yang berada tak jauh dari sekolah. Mereka langsung menyantap makanan tersebut karena tidak mengeluarkan bau tak sedap, tidak basi dan terlihat normal.

Namun beberapa jam setelah menyantap menu MBG, sebagian merasa lemas, berkeringat dingin, mual, diare dan muntah-muntah. Sebagian langsung dibawa ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan intensif.

Satgas Lakukan Sidak

Anggota Satgas SPPG, Akhmad Helmi Luqman membenarkan kejadian tersebut dan timnya langsung turun ke lapangan melakukan pemantauan. Ia minta seluruh petugas dan pelayanan Kesehatan menerima seluruh korban keracunan dengan biaya menjadi tanggungan Pemkab Jember.

Kecuali itu, ia juga minta warga yang telah mengonsumsi jatah MBG dan merasa mengalami gejala keracunan segera memeriksakan diri ke fasilitas Kesehatan terdekat. Korban keracunan yang belum benar-benar sehat dan pulih tidak diperbolehkan pulang.

Helmi menegaskan seluruh pasien keracunan untuk tetap tinggal di fasilitas Kesehatan sampai sungguh-sungguh dinyatakan sehat oleh dokter atau petugas kesehatan. Mereka tak perlu memikirkan biaya pengobatan dan perawatan.

Pihaknya bersama sejumlah instansi terkait telah melakukan sidak ke dapur SPPG yang ada di Bangsalsari. Mereka menemukan adanya pelanggaran standar operasional dalam dapur. Terutama mengenai kebersihan dan kesehatan dapur serta distrbusi makanan ke sekolah-sekolah. Seluruh makanan sudah dibawa untuk penelitian di laboratorium.

Menanggapi kasus itu, Wakil Kepala BGN Mayjen (Purn) Trenggono mengatakan pihakntya sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan investigasi. Seluruh korban juga telah memperoleh penanganan secara baik di fasilitas Kesehatan setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *