Pena Catra

Kebangkitan Nasional, Menuju Perpecahan atau Menguatkan Persatuan?

catrawarta.com — Setiap memperingati 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional muncul pertanyaan akankah negara ini bertahan dengan konsep persatuan. Mengapa muncul pertanyaan...

Young men fight in the middle of a neon lit city street as bystanders watch across the crowd
Ilustrasi: Bentrokan dan disintegrasi di ruang publik. Sumber: catrawarta.

catrawarta.comSetiap memperingati 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional muncul pertanyaan akankah negara ini bertahan dengan konsep persatuan. Mengapa muncul pertanyaan demikian? Kecewaan demi kekecewaan mewarnai perjalanan kehidupan negara yang selalu mengagungkan persatuan.

Kemunculan riak-riak ”pemberontakan” di berbagai daerah tidak bisa dianggap angin lalu. Memang, sejauh ini kelihatannya bisa diselesaikan. Dua contoh besar yang dapat diselesaikan yakni gejolak Aceh dengan Gerakan Aceh Merdeka dan Papua dengan Oganisasi Papua Merdeka yang sekarang disederhanakan menjadi Kelompok Kriminal Bersenjata.

Satu yang juga pernah menghiasi perjalanan Indonesia namun sudah lepas lebih dulu, Timor Timur. Kini, wilayah itu menjadi negara merdeka dengan nama Timor Leste. Terlepas dari persoalan sejarahnya, yang jelas upaya untuk memasukkan Timor Timur ke Indonesia gagal setelah masyarakat setempat dalam referendum memilih berdiri sendiri.

Luka Lama Terkuak Kembali

Narasi masyarakat Aceh untuk kembali membuka opsi berdiri sendiri belum lama terjadi ketika pemerintah dinilai lambat menangani bencana. Mereka merasa seperti menjadi anak tiri. Apalagi narasi serba ”baik” dari pemerintah mengenai penanganan pada awal bencana tidak sesuai dengan kenyataan.

Papua tak mau ketinggalan. Balutan luka lama terbuka kembali ketika berbagai persoalan di sana mulai terbuka. Masyarakat melalui media sosial, sekarang ditambah dengan munculnya film Pesta Babi, Kolonialisme di Zaman Kita, membuka mata kita apa yang sebenarnya terjadi di sana.

Jauh sebelum itu, sejumlah aktivis gerakan merdeka juga melakukan aksi di London, Inggris, saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke sana. Sejauh ini, tidak ada penjelasan komprehensif dan upaya duduk bersama guna membicarakan persoalan-persoalan tersebut.

Dialog, diskusi, yang mencoba mendengar suara-suara yang terluka sangat jarang dilakukan. Bisa saja melalui jalur bawah tetapi itu tidak berdampak ketika masyarakat luas tidak ikut mendengarnya. Apalagi pembicaraan hanya sebatas meredam, bukan mencari soluasi guna menyelesaikan persoalan.

Gagasan Amien Rais

Ketika muncul suara-suara kekecewaan, gagasan yang pernah dilontarkan Amien Rais cukup menggoda. Pendiri Partai Amanat Nasional tersebut pernah melontarkan ide negara federasi mengingat perkembangan negara Indonesia. Namun, gagasan tersebut mendapat penolakan mentah-mentah, banyak pihak mencela dan mencemoohnya.

Amien Rais yang saat itu belum begitu dekat dengan politik tentu memiliki gagasan dengan dasar kuat. Ia melihat fakta dan realita yang mengancam keberadaan Indonesia. Terlebih, ia melihat begitu banyak daerah kecewa atas perlakuan pemerintah pusat pada daerah.

Ni’matul Huda dan Despan Heryansyah dari Fakultas Hukum UII pernah menulis dalam jurnal (2019), gagasan federasi akhirnya mendapat jawaban dengan otonomi daerah yang lebih luas. Sedikit mirip dengan pemikiran negara federasi meskipun istilahnya berbeda. Ini tak lain untuk mengatasi gerakan separatis yang semakin meningkat.

Kedua penulis tidak mempersoalkan bentuk negara sebagai kesatuan atau federasi karena dua-duanya tetap mengandung prinsip persatuan. Sehingga, tidak ada yang salah dengan gagasan negara federal untuk memberi otonomi yang lebih luas kepada daerah sehingga mereka lebih leluasa mengembangkan wilayahnya tanpa harus merasa terhambat dengan pemerintah pusat.

Karena itu, kebangkitan nasional tidak hanya dimaknai sebagai gerakan persatuan tetapi juga gerakan pembebasan. Bukan hanya bebas dari penjajahan namun juga bebas dari segala rasa ketakutan agar bisa mengembangkan daerah tanpa harus memisahkan dari pusat. Selamat Hari Kebangkitan Nasional!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *