Idea Catra

“Nganggur Makmur Sugeh Ora Rekoso”

catrawarta.com — Ungkapan “nganggur makmur, sugeh ora rekoso” bukan sekadar permainan kata. Nganggur makmur, sugeh ora rekoso adalah jalan pandang hidup yang...

Ilustrasi Nganggur Makmur Sugeh ora rekoso

catrawarta.comUngkapan “nganggur makmur, sugeh ora rekoso” bukan sekadar permainan kata. Nganggur makmur, sugeh ora rekoso adalah jalan pandang hidup yang lahir dari kedalaman iman. Terdengar sederhana, bahkan paradoksal. Bagaimana mungkin seseorang tampak “nganggur”, tetapi hidupnya makmur, berkecukupan, dan tenang tanpa beban?

Namun di balik itu, tersimpan keyakinan yang kokoh bahwa rezeki seluruh makhluk telah dijamin oleh Allah. Tidak ada yang terlewat, tidak ada yang tertukar. Manusia hanya sering lupa, lalu diliputi kekhawatiran yang seolah-olah hidup sepenuhnya bergantung pada usaha dirinya sendiri.

Al-Qur’an menegaskan:
Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (QS. Hud: 6)

Berangkat dari kegelisahan itulah manusia kemudian berlari—mengejar harta, memburu kekuasaan, memaksakan diri bekerja tanpa jeda. Hari-harinya dipenuhi ambisi, pikirannya dipenuhi kecemasan. Manusia takut tidak cukup, takut kalah, takut gagal. Padahal, dalam pandangan iman, kaya dan miskin bukan semata hasil kerja keras. Kaya miskin adalah bagian dari ketetapan Allah yang penuh hikmah.

Di sinilah makna “nganggur” menemukan tafsirnya. Nganggur bukan kemalasan, bukan pula berhenti berusaha. “Nganggur” adalah kondisi batin yang tidak diperbudak oleh dunia. Seseorang tetap beraktivitas. Manusia tetap bekerja, tetapi tidak menjadikan harta sebagai tujuan hidupnya. Manusia bekerja secukupnya, berikhtiar sewajarnya, lalu menyerahkan hasilnya sepenuhnya kepada Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:
Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki…” (HR. Tirmidzi)

Sementara itu, “makmur” dan “sugeh ora rekoso” bukan sekadar soal banyaknya harta, melainkan tentang kecukupan yang datang tanpa kegelisahan. Kaya yang tidak melelahkan jiwa, tidak membebani pikiran, tidak merusak ketenangan. Sebuah keadaan di mana rezeki hadir dengan cara yang sering kali tak disangka, mengalir dengan keberkahan, dan dirasakan dengan rasa cukup.

Allah berjanji:
Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. At-Talaq: 2–3)

Semua itu berakar pada satu hal—iman yang utuh. Keyakinan bahwa Allah adalah sumber segala rezeki. Dari iman itu tumbuh taqwa—kesadaran untuk hidup dalam ketaatan. Dan dari taqwa lahir tawakkal—penyerahan diri yang total tanpa sisa keraguan.

Ketika iman, taqwa, dan tawakkal telah bersemayam dalam hati, hidup berubah arah. Orientasi tidak lagi pada mengejar dunia, tetapi pada menjalani ibadah. Shalat, dzikir, berbuat baik kepada sesama, mengajar, menolong—itulah yang menjadi pusat kehidupan. Dunia tidak ditinggalkan, tetapi ditempatkan pada posisi yang semestinya: sebagai sarana, bukan tujuan.

Al-Qur’an menegaskan:
Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)

Dalam keadaan seperti itu, pertolongan Allah datang dengan cara yang lembut namun nyata. Rezeki hadir dari arah yang tidak disangka-sangka. Hidup terasa cukup meski sederhana. Hati menjadi tenang meski keadaan tidak selalu sempurna. Inilah makna terdalam dari “sugeh ora rekoso”—kaya tanpa kegelisahan, cukup tanpa tekanan, hidup tanpa beban berlebih.

Akhirnya, ungkapan itu bukan ajakan untuk berhenti bekerja. Ungkapan itu ajakan untuk meluruskan arah hidup. Bahwa yang utama bukanlah seberapa keras kita mengejar dunia, tetapi seberapa dalam kita percaya kepada Sang Pemberi dunia. Sebab ketika keyakinan itu telah utuh, manusia tidak lagi hidup dalam kecemasan. Manusia akan hidup dalam ketenangan—menjalani hari dengan sederhana, namun dipenuhi rasa cukup, seolah-olah “nganggur”, tetapi sesungguhnya makmur dalam arti yang paling hakiki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *