Etalase

Pameran Tugas Akhir Siswa SMSR, Ajang Unjuk Karya Terbaik Kelas XII

catrawarta.com — SMK Negeri 3 Kasihan Bantul (Sekolah Menengah Seni Rupa Yogyakarta) menggelar Pameran Tugas Akhir SMSR 2026 ‘Angliwang’ (Anggape Lintang Pijar...

Group of men in a gallery looking at a dark bust on a white pedestal against a pink wall as they chat nearby
Pameran Angliwang karya siswa SMK N 3 di Banjar Sangkring Ngestiharjo Bantul. (Istimewa)

catrawarta.comSMK Negeri 3 Kasihan Bantul (Sekolah Menengah Seni Rupa Yogyakarta) menggelar Pameran Tugas Akhir SMSR 2026 ‘Angliwang’ (Anggape Lintang Pijar Ing Awang) di Balai Banjar Sangkring, Nitiprayan, Ngestiharjo, Bantul. Pameran berlangsung selama April 2026. Kegiatan ini dibuka secara simbolis oleh perupa kenamaan nasional Ninus Anusapati pada Kamis (23/4/2026).

Kepala SMK Negeri 3 Kasihan, Sumadi SPd, MPd menuturkan, pameran ini merupakan ajang unjuk karya terbaik siswa kelas XII SMSR Yogyakarta. Selain sebagai portofolio akhir, kegiatan ini menjadi bukti kesiapan siswa untuk berwirausaha maupun terjun ke industri kreatif.

“Pameran ini juga menjadi sarana validasi karya, peningkatan kepercayaan diri serta media promosi produk inovatif siswa kepada masyarakat dan dunia industri. Ini merupakan bagian dari ekosistem kreatif untuk memupuk kemampuan berwirausaha, kolaborasi, dan apresiasi seni,” paparnya.

Pameran “Angliwang” menampilkan dinamika jiwa kreatif remaja yang tengah beranjak dewasa, divisualisasikan melalui karya seni rupa murni maupun seni terapan.

Dalam kesempatan tersebut, Ninus Anusapati mengaku terkesan dengan kualitas karya yang dipamerkan. “Saya cukup surprise dengan apa yang saya lihat. Membayangkan proses mendidik siswa yang masih sangat muda dalam bidang yang spesifik, namun mampu menghasilkan karya-karya yang menjanjikan,” ungkapnya.

Sementara itu, kurator seni rupa Kus Hendratno menilai, tradisi keunggulan SMSR sebagai salah satu sekolah seni terbaik di Indonesia terus terjaga. Menurutnya, talenta dengan kemampuan teknik yang kuat selalu lahir dari generasi ke generasi. “Tinggal bagaimana mereka menemukan ruang, tempat, dan forum yang tepat untuk berkembang lebih jauh,” sebutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *