catrawarta.com — Banyak pihak menyesalkan kemauan Indonesia menjadi anggota Board of Peace. Selain sebagai keputusan blunder, hal itu bisa memicu permusuhan dengan Palestina. Terlebih, keberadaan BoP tidak melibatkan Palestina.
Pengamat politik internasional Dino Patti Djalal mengungkan kondisi tersebut menanggapi keberadaan Indonesia sebagai anggota BoP. Karena sudah terlanjur, ia mengingatkan agar Indonesia sangat berhati-hati dan segera keluar ketika melihat ada arah tidak sesuai dengan politik bebas aktif.
”Kalau BoP melenceng atau mengecilkan peran PBB, dan benar-benar menjadi Board of Trump serta ada agenda politik yang bertentangan dengan Indonesia, sebaiknya keluar,” saran Dino yang melihat BoP sebagai agenda pribadi Trump bukan Amerika Serikat.
Jangan Menjadi Antek Siapapun
Dino juga menegaskan, langkah keluar perlu diambil ketika agenda BoP bertentangan dengan kepentingan dan prinsip hukum internasional. Apalagi bertentangan dengan prinsip negara yang selama ini selalu tegas membela Palestina.
”Politik bebas aktif Indonesia tidak mengharuskan kita untuk menjadi antek siapapun,” tandas pengamat yang puluhan tahun menjadi diplomat tersebut.
Ia juga mengingatkan supaya Indonesia dalam hal ini TNI tidak ikut dalam agenda perlucuran senjata Hamas. Menurutnya itu bukan tugas TNI. Tentara di sana bertugas menjaga keamanan rakyat Palestina sekaligus menjaga perdamaian.
”Melucuti senjata Hamas bisa menimbulkan bentrok yang tidak diinginkan bahkan bisa membuat Indonesia bermusuhan dengan sebagian rakyat Palestina,” tegasnya.
Palestina Membutuhkan Kemerdekaan
Melihat lebih jauh rencana membangun Gaza dan Rafa, Dino menilai sebagai langkah yang muluk-muluk. Saat ini rakyat Palestina membutuhkan kemerdekaan. Ini sama dengan Indonesia dulu, sangat menginginkan kemerdekaan bukan lainnya.
Bagi rakyat Palestina, kemerdekaan jauh lebih penting dan berharga dibandingkan kota yang rencananya sangat muluk-muluk. Kemerdekaan dan kedamaian menjadi harapan rakyat Palestina.
”Jangan sampai agenda BoP justru membuat dendam dan kebencian abadi. Banyak yang pasti bertekad melakukan balas dendam,” imbuh Dino mengingatkan pentingnya kemerdekaan.
Kota yang bagus bahkan terkesan mewah bukan menjadi idaman rakyat Palestina. Mereka sangat merindukan kemerdekaan seperti halnya negara terjajah lainnya di dunia.
”Pecuma ada perdamaian kalau mereka terus berada di bawah penjajaha, penindasan dan diskriminasi. Tanpa kemerdekaan tidak ada artinya,” tegas Dino.

Soal Polemik Jambret, Penegak Hukum Harus Berhati-hati 