Warta

Rumah Pendidikan Antar Indonesia Raih Juara Dunia WSIS Prizes 2026

Platform digital Rumah Pendidikan mendapat juara di ajang WSIS Prizes 2026 di Swiss. Ada apresiasi yang mengalir.

Platform rumah pendidikan ketika diluncurkan pada januari 2025 oleh menteri abdul muti
Platform Rumah Pendidikan ketika diluncurkan pada Januari 2025 oleh Menteri Abdul Mu'ti. (dok. Kemendikdasmen)

catrawarta.comIndonesia menorehkan pencapaian baru di kancah internasional melalui platform digital Rumah Pendidikan. Inovasi yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini berhasil meraih predikat Winner pada ajang WSIS Prizes 2026 yang menjadi penanda kemenangan pertama Indonesia sejak penghargaan itu digelar pada 2012.

Penghargaan diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, yang mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI dalam seremoni penganugerahan di Jenewa, Swiss, Kamis (9/7).

Sebelum menjadi pemenang tahun ini, Indonesia sempat mencatatkan prestasi melalui superaplikasi Jakarta Kini (JAKI) yang memperoleh status Champion pada WSIS Prizes 2021. Namun, capaian Rumah Pendidikan berbeda karena berhasil menempati posisi tertinggi sebagai Winner.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi di Indonesia.

“Penghargaan ini merupakan buah dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan melalui teknologi, kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, serta dedikasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan, khususnya jajaran Kemendikdasmen dan tim Rumah Pendidikan. Pengakuan internasional ini semakin menguatkan komitmen kami untuk terus menghadirkan pendidikan bermutu yang dapat diakses oleh setiap anak Indonesia,” ujar Suharti, dikutip dari laman Kemendikdasmen RI, dikutip Rabu (22/7).

Sementara bagi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Rumah Pendidikan jelas menjadi tonggak penting bagi pendidikan dan iklim inovasi di Indonesia.

“Pencapaian ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya sejak WSIS Prizes diselenggarakan oleh ITU pada 2012, Indonesia berhasil meraih predikat Winner kategori e-Government melalui Rumah Pendidikan, sebuah inovasi digital karya anak bangsa yang dikembangkan oleh Kemendikdasmen,” jelasnya, dikutip dari laman Kemendikdasmen RI, dikutip Rabu (22/7).

Apresiasi juga datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Menurut Presiden, penghargaan ini membuktikan bahwa transformasi dan digitalisasi pendidikan Indonesia mulai menemukan jalannya, bahkan diakui dunia.

“Bahwa kita punya apps yang dilaksanakan oleh Menteri Dikdasmen, Rumah Pendidikan, portal terintegrasi dengan Interactive Flat Panel yang kita bagikan telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna. Menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar,” ujar Presiden Prabowo, dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7).

Seven people in business attire on a stage pose with a trophy a large screen displaying devices in the background behind them
Penghargaan WSIS Prizes 2026 diterima oleh Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, yang mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Jenewa, Swiss, Kamis (9/7). (dok. Kemendikdasmen)

Sekilas Tentang Rumah Pendidikan

Rumah Pendidikan sendiri merupakan platform digital terintegrasi yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional. Program ini diluncurkan pada Januari 2025.

Tujuannya yakni untuk mendukung perubahan paradigma pembelajaran dari schooling menuju learning, sehingga proses belajar tidak lagi terbatas di ruang kelas, melainkan dapat berlangsung kapan saja dan di mana saja melalui teknologi digital.

Hingga pertengahan 2026, Rumah Pendidikan telah mengintegrasikan 66 layanan pendidikan yang dimanfaatkan lebih dari 6,9 juta pengguna, dengan total kunjungan melampaui 67 juta akses. Platform ini juga bekerja sama dengan 21 mitra yang menyediakan lebih dari 3.000 materi pembelajaran digital melalui Ruang GTK dan Ruang Murid.

Di Ruang Murid, dilaporkan telah tersedia 4.843 sumber belajar gratis yang telah diakses sekitar 3,6 juta pengguna.

Selain mendukung pembelajaran, Rumah Pendidikan memperkuat tata kelola pendidikan berbasis data melalui Rapor Pendidikan yang telah dimanfaatkan sekitar 339 ribu satuan pendidikan di 513 kabupaten/kota.

Platform ini juga menjangkau 104.814 guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui 23.600 kelas pelatihan pada Learning Management System (LMS). Pengembangan kompetensi guru turut diperkuat oleh 1.450 Guru Penggerak Pejuang Digital yang telah melaksanakan 2.700 kegiatan pelatihan, sehingga lebih dari 137 ribu guru memperoleh peningkatan kapasitas dalam pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *