catrawarta.com — Cuaca tidak bersahabat – selain mesin rusak – menjadi penyebab sejumlah kapal tenggelam di perairan Indonesia. Terbaru, Kapal Motor Nurul Salsa tenggelam di perairan Pulau Polassi, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Sebelumnya kapal survei MV Himala juga tenggelam di perairan Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Riau. Beberapa hari lalu, sebuah kapal nelayan juga tenggelam di Laut Lansik, Lingga Timur, Lingga, Riau.
Sejumlah sumber menyebutkan KM Nurul Salsa mengalami kendala saat berlayar dari Pulau Jampea ke Benteng, Selayar. Di tengah perjalanan, kapal mengalami kerusakan mesin kemudian tenggelam. Tim penyelamat gabungan dari berbagai lembaga telah menyelamatkan sebagian korban.
Data Tim SAR mencatat sebanyak 46 korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, 1 orang ditemukan meninggal dan 24 lainnya belum ditemukan. Tim SAR masih terus melakukan pencarian meskipun harus menghadapi cuaca buruk.
”Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang serta awak kapal,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar seperti dikutip makassar_iinfo.
Mesin Kapal Rusak
Arif menjelaskan kronologi kejadian sejak kapal berangkat dari Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7/2026) pukul 05.00 WITA. Kapal membawa banyak penumpang tetapi belum bisa dipastikan jumlahnya. Yang jelas, 46 berhasil diselamatkan.
Ketika berada di tengah perjalanan, sekitar 43 nautical mile, mesin kapal mengalami kerusakan. Mesin tak bisa dihidupkan kembali sehingga kapan terombang-ambing di tengah perairan dan akhirnya tenggelam. Penumpang berusaha menyelamatkan diri dan bertahan di laut hingga kapal penyelemat tiba.
Tim penyelamat yang menumpang KM Harapan Kita segera menuju lokasi kecelakaan laut dan tiba pada Kamis (16/7/2026) pagi, sekitar pukul 04.00 WITA. Harapan kita mengevakuasi 41 korban selamat sedangkan 5 korban lain mendapat pertolongan kapal nelayan. Satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Basarnas, jelas Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan menambahkan pihaknya meminta bantuan kapal milik TNI AL, Marlin. Mereka segera melakukan pencarian terutama yang belum ditemukan.

Di Lumbung Padi Nasional, Petani masih Dikejar Utang 