Warta

Ditemukan Luka Memar di Jasad Dokter PPDS Riau, Polisi Periksa 5 Saksi

AKL ditemukan memiliki luka memar. Hingga saat ini, polisi masih memeriksa keterangan dari 5 orang saksi.

Dokter peserta program pendidikan dokter spesialis ppds universitas riau unri berinisial akl 30
Dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Riau (Unri) berinisial AKL (30). (dok. Instagram @kemenkes_ri)

catrawarta.comHasil autopsi sementara dari dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Riau (Unri) berinisial AKL (30) belum lama ini diungkap. Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais menerangkan, autopsi awal telah dilakukan, namun tim forensik masih belum bisa memutuskan mengenai penyebab kematian AKL secara pasti karena masih menunggu pemeriksaan beberapa sampel di laboratorium selama kurang lebih dua minggu.

“Autopsi sudah selesai semalam pukul 22.00 WIB, namun dokter forensik belum bisa memastikan penyebab kematian karena masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan terhadap beberapa sampel di laboratorium forensik,” ungkap Raja, Kamis (16/7).

Mengenai hasil awalnya, Kassubid Penmas Polda Riau AKBP Rudi Samosir mengungkap jika jasad korban ditemukan memiliki luka berbentuk titik yang disertai pembengkakan pada punggung tangan kiri.

“Tim Forensik menemukan luka berbentuk titik yang disertai pembengkakan pada punggung tangan kiri,” terang Rudi, Rabu (15/7).

Selain itu, korban ditemukan juga ada luka memar pada bagian kepala. Polisi menduga, luka ini bisa diakibatkan karena benda tumpul. Berdasarkan hasil pemeriksaan, jenazah korban kala itu telah memasuki fase pembusukan awal.

“Ada juga ditemukan memar pada kepala akibat kekerasan benda tumpul,” sambung Rudi.

Sebagai perkembangan penyelidikan, polisi telah mendapatkan lima orang saksi untuk mendapatkan gambaran kronologi yang tepat sebelum korban ditemukan tewas di semak belukar. Adapun saksi yang dimintai keterangan adalah dua petugas keamanan RSUD Tengkuk Rafian berinisial AS dan YA, seorang sopir ambulans, satu rekan PPDS, dan dokter senior berinisial BN yang menjadi supervisor AKL saat menjadi mahasiswa.

“Kami memeriksa saksi-saksi lima orang yakni sekuriti, sopir, dan pegawai rumah sakit yang menemukan jenazah. Rekan sesame dokter dan senior. Para saksi masih diperiksa intensif,” jelas Raja, Kamis (16/7).

Hingga kini, Polda Riau masih mendalami kasus tersebut. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik sebagai dasar untuk mengungkap penyebab kematian dokter anestesi itu sekaligus memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana.

Ditemukan Tewas di Samping Gedung RS

Sebelumnya, jenazah dokter berinisial AKL (30) ditemukan tak bernyawa di samping Gedung RSUD Tengku Rafian Siak, Riau, Selasa (14/7). Korban ternyata merupakan dokter yang tengah menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi.

Korban berinisial AKL (30) ini ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB. Pelacakan korban dan penemuan jasadnya dilakukan sejak yang bersangkutan dilaporkan sang istri, YM (31) yang juga bertugas sebagai dokter dan tinggal di asrama RSUD Tengku Rafian, bahwa sejak Senin (13/7) sore, sosoknya tak kembali ke kediaman dan nomor teleponnya juga tidak bisa dihubungi.

Dari hasil rekaman CCTV, ditemukan jejak terakhir AKL yang terlihat berjalan seorang diri keluar dari kawasan Gedung RSUD dan menuju ke Jalan Raja Kecik. Saat ditelusuri, korban ditemukan sudah tak bernyawa di semak belukar. Korban lantas dievakuasi ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk menjalani proses autopsi. Hingga kini, belum diketahui secara pasti mengenai penyebab kematian dari AKL.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *