catrawarta.com — Kolaborasi antara sektor pariwisata dan pelaku seni penting untuk membangun ekosistem wisata budaya yang berkelanjutan. Semangat tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara Anaya Azana Boutique Hotel Tawangmangu dan Sanggar Greget Semarang melalui kegiatan bertajuk Seblak Sampur X.
Kegiatan yang dipimpin Maestro Tari Jawa Tengah, Yoyok Bambang Priyambodo, itu mendapat sambutan antusias dari peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Sejumlah sanggar tari yang turut berpartisipasi antara lain Sanggar Sang Citra Surakarta, Prabata Lawu, Sanggar Nirwana Kabupaten Magelang, Sanggar Sapto Laras Budaya Kota Magelang, Sanggar Watu Anteng Kota Magelang, Sanggar Tari Raras Pratiwi, Sanggar Sekar Hima Kota Magelang, Sanggar Sahitya Kabupaten Batang, Sanggar Putri Kucir, Sanggar Lestari Semarang, serta Sanggar Omah Biyung Semarang.
Selain menjadi ajang pembelajaran tari, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarsanggar sekaligus membangun sinergi antara dunia pariwisata dan pelaku seni budaya.
FnB Manager Anaya Azana Boutique Hotel Tawangmangu, Mohamad Sudarmawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen hotel dalam menghadirkan program edukatif yang berkolaborasi dengan budaya lokal.
“Hotel kami mengusung konsep edukatif dengan banyak berkolaborasi bersama pelaku seni budaya dan UMKM. Seblak Sampur menjadi bukti bahwa hotel dapat bersinergi dengan insan seni untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai edukasi,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, pelaksanaan perdana kegiatan ini berlangsung berdekatan dengan berakhirnya masa libur sekolah sehingga persiapan belum dapat dilakukan secara maksimal. Meski demikian, antusiasme peserta menjadi modal penting untuk menyelenggarakan kegiatan serupa dengan skala yang lebih besar di masa mendatang.
“Ke depan kami ingin menghadirkan kegiatan ini dalam bentuk panggung spektakuler yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Seblak Sampur diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang dinantikan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Yoyok Bambang Priyambodo menilai kolaborasi antara hotel dan sanggar tari merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian budaya tradisional yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor pariwisata.
“Ini adalah wujud kepedulian Hotel Azana terhadap perkembangan budaya tradisional di Jawa Tengah. Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah untuk mengembangkan sekaligus melestarikan seni budaya melalui kebersamaan antara sanggar dan dunia usaha,” tuturnya.
Yoyok menjelaskan, Seblak Sampur tidak sekadar mengajarkan teknik menari. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menanamkan nilai gotong royong, toleransi, saling menghargai, dan kebersamaan antarpeserta dari berbagai daerah.
“Kami ingin peserta tidak hanya belajar menari, tetapi juga belajar hidup bersama, saling menghormati, saling menghargai, dan merasakan semangat gotong royong. Nilai-nilai itulah yang menjadi kekuatan budaya kita,” katanya.
Ia berharap model kolaborasi serupa dapat diikuti oleh lebih banyak pemangku kepentingan, mulai dari hotel, restoran, pengelola destinasi wisata, hingga pelaku industri pariwisata lainnya.
Pada kesempatan yang sama, instruktur tari Sangghita Anjali turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah untuk mengikuti pelatihan dan berbagi pengalaman seni budaya.
“Kami ingin peserta tidak hanya belajar menari, tetapi juga belajar hidup bersama, saling menghormati, saling menghargai, dan merasakan semangat gotong royong. Nilai-nilai itulah yang menjadi kekuatan budaya kita,” katanya.

Ia berharap model kolaborasi serupa dapat diikuti lebih banyak pemangku kepentingan, mulai dari hotel, restoran, pengelola objek wisata hingga pelaku industri pariwisata lainnya.
Menurutnya, langkah tersebut akan menciptakan ekosistem baru berupa wisata berbasis budaya.
“Ketika wisatawan datang ke Tawangmangu atau daerah wisata lainnya, mereka tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga dapat menyaksikan pertunjukan budaya yang disiapkan oleh hotel maupun pengelola destinasi. Inilah embrio ekosistem wisata budaya yang saling menguntungkan,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, instruktur tari Sangghita Anjali menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dari berbagai daerah untuk mengikuti pelatihan.
Ia berharap kolaborasi yang terjalin antara Hotel Azana dan Sanggar Greget Jawa Tengah dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan belajar dan mencintai seni tari tradisional.

Polisi Ultimatum Pemerkosa di Sampang, Bakal Ada Tindakan Tegas Terukur 