Warta

Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Buka Ruang Kritik

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026 menjadi momentum evaluasi bagi institusi...

Kapolri jenderal polisi listyo sigit prabowo menyatakan peringatan hari bhayangkara ke 80 yang jatuh pada 1 juli 2026 menjadi momentum evaluasi bagi institusi polri melalui masukan dari masyarakat
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. (dok Polri)

catrawarta.comKapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026 menjadi momentum evaluasi bagi institusi Polri melalui masukan dari masyarakat.

Menurut Sigit, peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk menilai sekaligus memberikan kritik dan saran demi perbaikan kinerja kepolisian.

“Kita harapkan ini merupakan kegiatan agar masyarakat betul-betul bisa merasakan kehadiran Polri. Tentunya masyarakat juga bisa memberikan masukan kepada Polri tentang hal-hal yang mungkin masih kurang dan masih bisa diperbaiki,” kata Kapolri.

Sigit menegaskan Polri membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik maupun masukan agar institusi kepolisian semakin baik dan mampu memenuhi harapan publik.

“Sehingga ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Tentunya kami mengharapkan institusi ini di hari ulang tahun yang ke-80 bisa semakin mendekati, atau paling tidak merespons, berbagai keluhan dan harapan masyarakat selama ini,” ujarnya.

Di sisi lain, bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara, LBH Jakarta menyoroti masih lemahnya reformasi kepolisian.

Dalam diskusi publik bertajuk Gagalnya Reformasi Polri: Kekerasan Berulang, Wewenang Meluas, Akuntabilitas Tetap Lemah” yang disiarkan pada Selasa (30/6/2026) malam, LBH Jakarta menilai janji reformasi kepolisian masih jauh dari kenyataan.

LBH Jakarta mencatat tingginya kasus dugaan kekerasan oleh aparat yang terus berulang serta praktik kriminalisasi terhadap warga yang memperjuangkan hak-haknya.

Selain itu, lembaga tersebut menilai perluasan kewenangan Polri tidak diimbangi dengan mekanisme akuntabilitas yang memadai sehingga berpotensi memicu penyalahgunaan wewenang di lapangan. Pengawasan, baik internal maupun eksternal terhadap anggota kepolisian yang bermasalah, juga dinilai masih lemah.

Sementara itu, puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 digelar di Satuan Latihan (Satlat) Korps Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan mengusung tema 80 Tahun Pengabdian Polri untuk Masyarakat. Upacara dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan peringatan Hari Bhayangkara yang selama ini digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, tahun ini dipindahkan ke Satlat Brimob Cikeas.

Menurut Johnny, pemilihan lokasi tersebut bertujuan memperlihatkan secara terbuka kepada masyarakat proses pembinaan dan pendidikan anggota Polri.

“Satlat Brimob Polri di Cikeas, Bogor, merupakan representasi secara terbuka agar masyarakat dapat melihat setiap tugas kepolisian. Ada proses pendidikan serta latihan pembentukan nilai-nilai dan karakter yang menjadi simbol peningkatan kualitas SDM sebagai fondasi pelayanan Polri yang profesional dan modern,” kata Johnny.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *