Warta

Lokasi Penembakan Trump Sama dengan Percobaan Pembunuhan Reagan

catrawarta.com — Penembakan yang terjadi saat Presiden AS Donald Trump menghadiri jamuan malam di Hotel Washington Hilton berada di lokasi yang sama...

Shirtless man lying face down on a carpeted floor with hands restrained behind his back surrounded by security officers in a hallway
Unggahan foto petugas penegak hukum yang menahan Cole Thomas Allen, tersangka penembakan di acara White House Correspondents' Dinner di Washington DC AS. (Antara/US President Trump via Truth Social/Anadolu/pri).

catrawarta.comPenembakan yang terjadi saat Presiden AS Donald Trump menghadiri jamuan malam di Hotel Washington Hilton berada di lokasi yang sama dengan percobaan pembunuhan Presiden Ronald Reagan 45 tahun silam.

Pada 29 Maret 1981, John Hinckley Jr. melepaskan enam tembakan ke arah Reagan di luar hotel yang sama. Salah satu peluru memantul dari limusin kepresidenan dan mengenai paru-paru Reagan, sehingga ia kehilangan banyak darah.

Meski sempat kritis, Reagan pulih setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Universitas George Washington dan diizinkan pulang setelah 12 hari dirawat. Lokasi penembakan tersebut memiliki catatan sejarah kelam bagi kepresidenan Amerika Serikat.

Empat Puluh Lima Tahun Kemudian

Empat puluh lima tahun kemudian, Trump harus dievakuasi setelah tembakan terdengar di hotel tersebut. Insiden itu memicu kepanikan di dalam gedung saat jamuan makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih sedang berlangsung, Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat.

Petugas keamanan bergerak cepat mengamankan Presiden Trump dan membawanya keluar dari lokasi kejadian. Pihak berwenang mengonfirmasi, tersangka penembakan telah diringkus setelah petugas melepaskan tembakan yang melukai pelaku. Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan investigasi terkait motif pelaku dalam insiden tersebut.

Biro Investigasi Federal AS (FBI) mengonfirmasi seorang tersangka ditahan. “Satuan Tanggap Ibu Kota Nasional dari Kantor FBI Wilayah Washington telah menangani insiden penembakan di Washington Hilton, Washington, D.C. Pelaku telah diamankan,” sebut keterangan FBI.

Tersangka, Tamu Hotel

Tersangka, menurut kepolisian, merupakan tamu hotel. Berbagai media AS telah menyebut identitasnya. Tersangka pelaku penembakan dilaporkan berlari ke ruang transisi yang menghubungkan hotel dengan ballroom.

Tersangka pelaku penembakan bernama Cole Tomas Allen, 31, warga Torrance, California, sebagaimana dilaporkan media-media AS.

Jeffrey Carol, kepala sementara Departemen Kepolisian Metropolitan Washington DC, mengatakan, tersangka merupakan tamu hotel, tempat jamuan makan malam berlangsung. Kamar hotel tersangka kini sedang diselidiki.

Menurutnya, tersangka memiliki bebrapa senjata. “Ia bersenjata dengan senapan shotgun, sebuah pistol, dan beberapa pisau,” katanya.

Suara-suara Dentuman

Koresponden BBC di Amerika Utara, Gary O’Donoghue, merupakan salah satu wartawan yang menghadiri acara makan malam tersebut. Menurutnya, sekitar pukul 20:35 waktu setempat, dari pintu-pintu utama ballroom terdengar suara-suara dentuman dari arah tersebut. Tidak jelas suara apa itu, tetapi bunyinya mirip tembakan otomatis.

Daniel Bush, koresponden BBC yang juga berada di lokasi jamuan makan malam, menuturkan terjadi kebingungan luas di dalam ballroom.

Para tamu berlindung di bawah meja ketika suara yang terdengar seperti tembakan terdengar di dekat ballroom.

Presiden AS, Donald Trump, dan para pejabat lainnya, termasuk Direktur FBI Kash Patel, segera dievakuasi dari Washington Hilton. Dentuman keras terdengar, lalu sejumlah anggota Dinas Rahasia mengawal presiden keluar dari lokasi sambil berteriak, “tiarap, tiarap”.

Stephen Miller, penasihat utama Trump, terlihat dikawal keluar dari kerumunan dan meninggalkan lokasi. Sebagian besar tamu lainnya awalnya berjongkok saat kekacauan terjadi, tetapi tetap berada di dalam gedung setelah presiden dievakuasi.

Ditembak dari Jarak Dekat

Trump menyatakan, seorang petugas Dinas Rahasia ditembak dari jarak sangat dekat dalam insiden tersebut. Namun, petugas itu selamat berkat rompi antipeluru yang dikenakannya.

“Saya baru saja berbicara dengan petugas itu, dan dia dalam kondisi sangat baik,” tulis Trump.

“Semangatnya sangat tinggi, dan kami mengatakan kepadanya bahwa kami mencintai dan menghormatinya, dan dia adalah pria yang sangat membanggakan,” sambungnya.

Trump mengatakan ini bukan kali pertama dirinya diserang oleh seorang “calon pembunuh”. Dia merujuk pada dua insiden yaitu saat pidato umum di Butler, Pennsylvania, dan ketika dia sedang bermain golf di Palm Beach, Florida.

Jeanine Pirro, jaksa AS untuk Washington, mengatakan tersangka menghadapi dua dakwaan terkait penggunaan senjata api dalam tindak kejahatan kekerasan serta penyerangan terhadap petugas federal dengan menggunakan senjata berbahaya. Pirro mengatakan, tersangka akan menjalani sidang pembacaan dakwaan di pengadilan federal pada Senin (27/4/2026).

Sumber: Sputnik/RIA Novosti/BBC Indonesia/Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *