Warta

Zainal Arifin Mochtar, Konsisten di Jalan Kebenaran dan Kekritisan

catrawarta.com — Belakangan nama Zainal Arifin Mochtar makin terangkat ke media karena teror yang diterimanya. Ia mendapat ancaman dari seseorang yang mengaku...

Zainal arifin mochtar konsisten di jalan kebenaran dan kekritisan
Zainal Arifin Mochtar Diteror

catrawarta.comBelakangan nama Zainal Arifin Mochtar makin terangkat ke media karena teror yang diterimanya. Ia mendapat ancaman dari seseorang yang mengaku sebagai aparat.

Siapakah sosok Zainal Arifin Mochtar yang membuat gerah orang sehingga melakukan teror bahkan mengancamnya. Mari kita simak orang muda yang belum lama memperoleh gelar guru besar Fakultas Hukum UGM tersebut.

Zainal Arifin Mochtar terkenal di ruang publik sebagai salah satu akademisi hukum yang vokal dan kritis. Guru Besar Hukum Tata Negara tersebut kerap tampil menyuarakan pandangan tajam terkait praktik kekuasaan, demokrasi, dan tata kelola negara.

Zainal, yang akrab disapa Uceng, memiliki kepakaran di bidang hukum tata negara, hukum konstitusi, demokrasi, dan antikorupsi. Selain aktif mengajar dan meneliti di UGM, ia juga rutin menjadi narasumber diskusi publik, penulis opini, serta komentator isu hukum dan politik di berbagai media.

Kritik Pelemahan Demokrasi

Dalam berbagai kesempatan, Zainal konsisten mengkritisi pelemahan demokrasi dan konstitusi, praktik penyalahgunaan kekuasaan, serta kebijakan publik yang dinilai menyimpang dari prinsip negara hukum.

Kritik-kritik tersebut ia sampaikan melalui forum akademik, media massa, hingga media sosial sebagai bagian dari upaya edukasi publik.

Bagi Zainal, kritik bukan sekadar perbedaan pendapat, melainkan tanggung jawab intelektual seorang akademisi. 

Ia menegaskan, kritik yang berbasis data, argumentasi hukum, dan etika publik merupakan fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan kehidupan bernegara.

Sikap kritisnya kerap menempatkan Zainal dalam sorotan publik. Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan mengungkap pernah menerima teror atau intimidasi, yang kemudian memicu diskusi luas mengenai kebebasan akademik dan kebebasan berpendapat di Indonesia.

Indonesia membutuhkan orang-orang seperti Zainal yang berani menyuarakan kebenaran dan konsisten di jalan kekritisan. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *