Catra Milenia, Warta

TikTok Nonaktifkan 780 Ribu Akun Anak, Wujud Kepatuhan terhadap PP Tunas

catrawarta.com — Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyampaikan perkembangan terbaru terkait kepatuhan platform digital terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Tunas dalam...

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid (Antara)

catrawarta.comMenteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyampaikan perkembangan terbaru terkait kepatuhan platform digital terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Tunas dalam konferensi pers di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Dalam keterangannya, Meutya mengungkapkan, TikTok telah menunjukkan komitmen konkret dalam mematuhi regulasi yang berlaku di Indonesia. Komitmen tersebut ditandai dengan penyerahan surat resmi kepada pemerintah yang menyatakan kesediaan TikTok untuk menjalankan ketentuan dalam PP Tunas.

Selain itu, TikTok juga telah mempublikasikan kebijakan terkait batas usia minimum pengguna, yaitu 16 tahun, melalui halaman pusat bantuan pada platformnya. Langkah ini dinilai sebagai bentuk transparansi sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan media sosial yang aman bagi anak.

Lebih lanjut, per 10 April 2026, TikTok melaporkan telah menonaktifkan sekitar 780 ribu akun yang teridentifikasi milik pengguna berusia di bawah 16 tahun. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya perlindungan anak di ruang digital, sebagaimana diamanatkan dalam PP Tunas.

Pemerintah Terus Melakukan Pengawasan

Pemerintah melalui Kemkomdigi menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap implementasi aturan oleh seluruh platform digital yang beroperasi di Indonesia.

“Kami mengapresiasi langkah yang telah dilakukan, namun pengawasan dan evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan perlindungan anak di ruang digital benar-benar terwujud,” ujar Meutya.

PP Tunas sendiri merupakan regulasi yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, khususnya bagi anak dan remaja, dengan menekankan tanggung jawab platform dalam mengelola konten serta pengguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *