catrawarta.com — Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur masih memperlihatkan intensitas aktivitas kegempaan. Pada laporan Magma Indonesia, pengamatan kegempaan memperlihatkan terjadi 33 kali gempa letusan/rrupsi dengan amplitudo 12-22 mm, dan lama gempa 92-100 detik.
Pembuat laporan, Liswanto AP menuliskan terjadi pula tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 4-8 mm dan lama gempa 35-53 detik. Sekali gempa hembusan dengan amplitudo 6 mm, dan lama gempa 25 detik.
Juga terjadi tiga kali harmonik dengan amplitudo 7-9 mm, dan lama gempa 98-173 detik serta sekali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 11 mm, S-P 15 detik dan lama gempa 31 detik.
Semeru merupakan gunung api yang terletak di Lumajang, Malang, Jawa Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.108°LU, Longitude 112.92°BT dan memiliki ketinggian 3.676 mdpl.
Tidak Melakukan Aktivitas
Liswanto merekomendasikan tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Selain itu, tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Masyarakat juga harus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Haul Diponegoro di Zaman Oligarki 