catrawarta.com — Salah satu pengguna mobil khusus dari kaca selama ini tampak pada pimpinan Vatikan, Paus Yohanes Paulus II. Kini, mobil tersebut masih dipakai hingga generasi penerusnya yakni Paus Leo IV.
Keberadaan mobil kaca berawal dari peristiwa penembakan Paus Yohanes Paulus II. Setelah itu, Paus selalu menggunakan mobil kaca ketika berada di luar, utamanya saat ada kegiatan yang melibatkan umat dalam jumlah besar.
Mobil kaca untuk Paus menggunakan materi yang tidak main-main. Seluruh kaca terbuat dari bahan anti peluru untuk melindungi dari ancaman yang tidak diinginkan. Ke manapun Paus pergi mobil itu selalu dibawa.
Saat kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, ia menggunakan mobil Kijang Innova ketika menempuh perjalanan jauh. Namun, saat menyapa umat menjelang misa, ia menggunakan mobil kaca khusus buatan PT Pindad yakni Maung MV3 Pope Mobile.
Prabowo Subianto yang saat itu Menteri Pertahanan menjadi inisiator pembuatan mobil untuk Paus Fransiskus. Mobil Maung MV3 menggunakan spesifikasi khusus termasuk tempat duduk yang dapat berputar.
Mobil Kaca Presiden
Kini, Presiden Prabowo juga menyatakan perlunya mobil kaca khusus kepresidenan. Mobil tersebut dapat lebih leluasa menyapa masyarakat yang biasanya sudah menunggu lama ketika ada kunjungan ke daerah-daerah. Ia mengungkapkan hal itu ketika meresmikan operasionalisasi 1.061 KDKMP di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).
“Saya lagi mikir ini, Pindad coba didesain mobil khusus untuk presiden pakai kaca yang ada kursi kelihatan aku berdiri,” ujar Prabowo dalam sambutan yang disiarkan secara live seperti dalam akun beritasatu.com.
Mengenai KDKMP, ia mengungkapkan optimistis dapat menjadi kekuatan baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Desa bakal memiliki kemampuan sendiri mengelola potensi dan memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
“Dengan koperasi ini saya kira pertumbuhan kita akan nyata dan akan maju. Tiap desa tidak akan tergantung dari mana-mana lagi, dia akan punya kekuatan dia sendiri,” tandas Presiden dalam keterangan tertulis pada laman presidenri.go.id.
Menurutnya, koperasi bisa menjadi solusi konkret karena nantinya memiliki sarana distribusi sendiri. Mereka mempunyai truk, punya pick up sendiri sehingga tidak tergantung pihak lain. Dengan demikian bisa bebas bergerak sesuai program masing-masing.

Benarkah Rakyat Desa Tidak Terpengaruh Dolar? 