catrawarta.com — Pelarian pelaku penyekapan dan penyiksaan, Taufik Hidayat, akhirnya terhenti di Majalaya, Jawa Barat. Polisi berhasil menangkapknya di tempat persembunyiannya. Sejak beritanya viral, ia bersembunyi di rumah teman hingga tertangkap.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan membenarkan penangkapan tersebut. Polisi sedang melakukan penyelidikan lebih dalam mengenai motif pelaku termasuk kondisi kejiwaan. Kesadisan pelaku tak hanya pada satu orang tetapi banyak orang.
Dalam rekaman video yang beredar, polisi tampak menggandeng dan masuk ke mobil. Semula tangannya tidak terikat tetapi tak lama kemudian tampak tali tis mengikat tangannya. Penampilan pelaku berubah tidak seperti yang beredar di media sosial.
Terlihat potongan rambutnya cepak seperti militer. Ia mengakui sempat potong rambut dalam pelarian untuk mengelabui masyarakat. Sejak diberitakan viral dan menjadi buruan aparat dan masyarakat, ia berpindah-pindah tempat serta merubah penampilan.
Gubernur Sediakan Hadiah
Pada proses pencarian, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) sampai mengeluarkan sayembara. Siapa saja yang menemukan pelaku, bakal mendapat hadiah uang senilai Rp 250 juta. Bukan hanya itu, ada netizen yang menyediakan hadiah sepeda motor bagi penemu atau penangkap Taufik Hidayat.
Seperti diberitakan, seorang peremuan berusia 29 tahun, YTR menjadi korban penyekapan dan penyiksaan. Pelaku merupakan kenalan korban di media sosial pertemanan. Pada satu kesempatan, pelaku mengajak keluar dan akhirnya menyekap, menyiksa, selama 3 tahun.
Selama dalam penyekapan, pelaku menganiaya korban hingga cacat permanen. Korban mengalami luka seluruh tubuh, kepala luka-luka, mata buta, bibir digunting, kaki penuh luka dan lainnya. Warga yang menemukan di dalam kamar kos langsung membawa ke rumah sakit guna mendapat perawatan.
Salah satu korban pernah melaporkan pelaku atas dugaan kekerasan seksual dan pemerkosaan pada Maret 2024. Namun pelaku baru tertangkap setelah viral dan netizen marah. Anggora DPR RI juga geram serta minta aparat segera menangkap pelaku.

Wartawan Bernas Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional 