catrawarta.com — Pencarian terhadap pendaki Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Gawanan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar yang hilang di Bukit Mongkrang (lereng Gunung Lawu) Kecamatan Tawangmangu, akhirnya dihentikan. Terkesan, ia hilang misterius, padahal pencarian sudah dilakukan selama 13 hari dengan melibatkan gabungan Tim SAR di bawah koordianasi Basarnas setempat.
Keputusan penutupan operasi SAR diambil menyusul hasil evaluasi tim gabungan yang menyatakan, belum ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban, meskipun pencarian telah dilakukan secara menyeluruh di berbagai sektor rawan.
Kasubsie Operasi Basarnas Surakarta, Basuki SIP, menjelaskan, sejak hari pertama hingga hari ke-13, Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran intensif di jalur pendakian, area puncak, lembah, aliran sungai hingga jalur selatan Bukit Mongkrang. “Seluruh upaya pencarian sudah dilakukan sesuai prosedur, namun sampai hari terakhir hasilnya masih nihil. Oleh karena itu, operasi SAR resmi ditutup,” ujarnya, MInggu (1/2/2026).
Selama operasi berlangsung, Tim SAR gabungan melibatkan unsur Basarnas, BPBD Karanganyar, TNI, Polri, Perhutani, Forkopimcam Tawangmangu, relawan serta warga sekitar. Pencarian dibagi dalam 12 Search and Rescue Unit (SRU), termasuk tim vertical rescue dan drone untuk menjangkau medan sulit.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan, medan Bukit Mongkrang memiliki karakteristik ekstrem dengan jalur bercabang, vegetasi rapat serta cuaca yang cepat berubah, sehingga menyulitkan proses pencarian. “Selain medan terjal dan hutan lebat, kabut tebal kerap muncul secara tiba-tiba. Hal ini menjadi salah satu kendala utama di lapangan,” jelasnya.
Meski operasi SAR resmi ditutup, pencarian terhadap korban tidak sepenuhnya dihentikan. Basarnas setempat menyepakati, pencarian akan dilanjutkan secara mandiri oleh relawan dan masyarakat. Apabila ditemukan indikasi baru yang mencurigakan, operasi SAR akan kembali dibuka.
Sebagai langkah pengamanan, aktivitas pendakian di kawasan Bukit Mongkrang untuk sementara ditutup. Masyarakat diimbau untuk segera melapor kepada aparat apabila menemukan barang, jejak atau tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban.

KADIN DIY Siap Perkuat Pengembangan UMKM 