Warta

Pelaku Pembunuhan Dumaris Pesta Narkoba dalam Pelarian

catrawarta.com — Para pelaku pembunuhan Dumaris di Pekanbaru sempat berpersta narkoba usai kabur dari lokasi kejadian. Mereka membeli salah satu jenis narkoba...

Two injured people sit in the open trunk of a car with leg casts and bandages on their legs one barefoot toward the edge of the bumper
TEMBAK: Polisi menembak kaki eksekutor pembunuhan Dumaris. Mereka melawan saat penangkapan sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur.(Sumber: instagram viralsesumbar)

catrawarta.comPara pelaku pembunuhan Dumaris di Pekanbaru sempat berpersta narkoba usai kabur dari lokasi kejadian. Mereka membeli salah satu jenis narkoba kemudian melakukan pesta selama dalam pelarian.

Keempat pelaku yakni AF sebagai otak yang juga mantan menantu, SL sebagai eksekutor, E dan L. Mereka pura-pura bertamu karena sudah saling kenal sehingga tuan rumah tidak merasa curiga. Terlihat jelas dalam cctv, tampak pelaku bersalaman mencium tangan korban.

Tak berapa lama berbincang-bincang, tiba-tiba eksekutor SL langsung melayangkan kayu balok ke wajah korban, Dumaris Boru Sitio. Tak hanya sekali, pelaku memukul wajah korban berkali-kali hingga tak sadarkan diri.

Para pelaku menyeret korban ke dapur kemudian menggeledah tempat penyimpanan harta berharga. Usai menguras uang, perhiasan dan barang elektronik, mereka melarikan diri. Selama perjalanan ke luar kota sebagai tempat persembunyian, mereka sempat membeli narkoba dan berpesta.

AF merupakan mantan menantu yang menikah dengan anak sulung korban. Dikutip dari tribunnews.com, ia menikah pada usia masih sangat muda, 17 tahun. Namun hanya bertahan setahun, ia kemudian kabur dari rumah korban.

Otak pembunuhan itu juga menikah dengan eksekutor yakni SL. Sedangkan dua lainnya pernah membantu di rumah korban. Setelah menggasak rumah harta benda korban, mereka langsung melarikan diri mencari tempat persembunyian.

Polisi Tembak Eksekutor

Polisi segera bergerak cepat melakukan pengejaran. Dua eksekutor ditembak karena dalam proses penangkapan berusaha melawan polisi. Petugas melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak keempat kaki para pelaku.

Saat digelandang ke kantor polisi, kedua eksekutor tampak tak bisa berjalan. Kedua kaki pelaku, terlihat diperban putih pada dua paha atas dan satu di betis. Mereka harus dipapah kemudian duduk di kursi roda. Meskipun sudah tertangkap, tidak terlihat ada penyesalan di wajah pelaku.

Seperti diberitakan di berbagai media, terlihat jelas dalam cctv yang beredar di berbagai media sosial kronologi pembunuhan berencana tersebut. Empat pelaku yakni dua perempuan dan dua laki-laki mendatangi rumah korban yang berusia 60 tahunan.

Polisi mengetahui pelaku pesta narkoba karena begitu ditangkap langsung menjalani tes urine. Hasilnya, pelaku positif menggunakan narkoba. Kempat pelaku bakal diancam hukuman mati seumur hidup atau paling lama 20 tahun karena melakukan pembunuhan berencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *