Warta

Menjaga Habitat Harimau, TNBT Sebar 40 Kamera Lakukan Perekaman

catrawarta.com — Sebagai upaya menjaga habitat harimau supaya tidak punah, Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT)  Jambi-Riau melakukan sejumlah langkah. Salah satu yang...

Seekor Harimau Sumatra terekam kamera

catrawarta.comSebagai upaya menjaga habitat harimau supaya tidak punah, Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT)  Jambi-Riau melakukan sejumlah langkah.

Salah satu yang dilakukan yakni memanfaatkan  kamera jebak untuk  merekam hewan-hewan yang harus jaga ekosistemnya itu. Kamera tersebut berhasil merekam empat individu harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) sebagai bukti,  ekosistem di kawasan itu masih terjaga dengan baik.

“Untuk sementara terekam empat, pengambilan masih dilanjutkan. Artinya masih ada  (harimau sumatra),” kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) Hendra Koswandi di Jambi, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, hasil monitoring periode September hingga Desember 2025 melalui pemasangan kamera di wilayah Suo-Suo berhasil mengabadikan empat individu berbeda harimau sumatra.

Di area itu, petugas menyebar 40 kamera di 20 petak lokasi. Setiap lokasi memiliki cakupan pantau seluas 2×2 kilometer persegi atau sekitar 400 hektare, menyebar di wilayah strategis.

Selain harimau sumatra, katanya, alat tersebut berhasil merekam pergerakan 32 satwa liar di dalam hutan, termasuk 13 jenis satwa dengan keberadaan dilindungi berdasarkan undang-undang.

Satwa dilindungi yang berhasil terekam, di antaranya tapir (Tapirus indicus), gajah sumatra (Elephas maximus sumatrensis), beruang madu (Helarct malayanus), rusa (Cervidae), kancil (Tragulus), trenggiling (Pholidota), dan binturong (Arctictis binturong).

“Kalau beruang setiap pengambilan pasti ada (terekam), babi juga selalu terlihat,” katanya, sebagaimana dilansir Antara.

Menurut Hendra, keberadaan satwa kunci tersebut menjadi indikasi, ekosistem di lanskap TN Bukit Tigapuluh masih terjaga, meskipun tantangan dan peluang perambahan dan perburuan liar selalu terbuka.

Ia mengaku tekanan aksi perambahan dan perburuan hingga saat ini masih tinggi.

Untuk itu, pihaknya mengimbau seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah desa penyangga, bekerja sama merawat dan mengawasi ekosistem kawasan seluas 144.223 hektare di dua wilayah, Jambi dan Riau, itu.

“Tekanan tetap besar, antisipasinya kita selalu patroli rutin, alhamdulillah kita dapat tambahan petugas baru. Masyarakat dan pihak terkait terus kita libatkan, termasuk mitra menjaga taman nasional,” demikian Hendra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *