catrawarta.com — Kekhawatiran penggunaan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bakal menyedot anggaran pendidikan di tahun anggaran 2026, dibantah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen Suharti.
“Anggaran pendidikan posisi sekarang sedang dalam proses untuk penambahan anggaran untuk program direktif Presiden dan sedang dalam pembahasan. Jadi tentu ini juga akan menambah kran anggaran Kemendikdasmen dan tidak akan terganggu dengan anggaran yang sudah dialokasikan untuk MBG,” kata Suharti ketika ditanya wartawan di sela-sela kegiatan acara Dialog Kebijakan Kemendikdasmen bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) di Kota Tangerang Selatan, Senin (2/3/2026)
Ia menyebutkan, kenaikan anggaran yang diterima pihaknya tahun ini, ditujukan untuk mendukung program direktif Presiden Prabowo Subianto. Prioritas anggaran 2026 digunakan untuk menambah jumlah penerima manfaat beberapa program prioritas Kemendikdasmen yang mendapat arahan langsung dari Presiden, di antaranya digitalisasi pembelajaran melalui penyaluran papan interaktif digital (PID), revitalisasi satuan pendidikan hingga penyaluran tunjangan kesejahteraan bagi guru.
“Sedangkan dalam proses untuk penambahan anggaran untuk program direktif Presiden, seperti yang disampaikan Presiden Prabowo digunakan untuk revitalisasi sekolah, termasuk penambahan 60 ribu satuan pendidikan, kemudian penyediaan IFP atau PID jadi 3 IFP per sekolah ini semua sedang dalam proses pembahasan,” jelasnya.
Sebelumnya pada Kamis (19/2), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan Kemendikdasmen.
Pihaknya, memastikan seluruh program strategis pendidikan tetap berjalan dan bahkan terus diperluas.
“Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas, itu tidak benar. Program Presiden terkait pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti

Seberapa Siap Indonesia Menghadapi Krisis Global? 