catrawarta.com — Tarian adat nusantara berlenggak-lenggok di jalanan Kota Neiva, Ibukota Negara Bagian Huila, Kolombia, 29 Juni 2026. Kendaraan yang digunakan bahkan punya motif tersendiri yang tak kalah unik.
Di sisi kanan dan kiri, ada motif burung enggang khas Kalimantan dengan ukiran khas Suku Dayak yang menghiasi kendaraan. Musik dengan lirik-lirik pop khas daerah juga bergema di sepanjang jalanan festival.
Ada peserta yang mengenakan kebaya hingga seragam pencak silat pula. Festival Nacional Bambuco en San Juan y San Pedro ke-65 (Festival Bambuco) resmi digelar mulai 12 hingga 29 Juni lalu. Dan Indonesia adalah satu-satunya negara asing yang hadir sebagai undangan dalam festival.
Ternyata, rombongan dengan tarian adat nusantara hingga kendaraan bermotif warna-warni khas Suku Dayak ini berasal dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bogota, Kolombia. Pada festival tahun ini, rombongan dari Tanah Air itu sengaja memilih tema Kalimantan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia kaya budaya, flora, hingga fauna.
“Tema Kalimantan sengaja dipilih untuk memperlihatkan kepada masyarakat Kolombia bahwa Indonesia memiliki keragaman dan kekayaan budaya, flora, dan fauna yang sangat menarik untuk dikenal lebih jauh,” terang Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kolombia Tatang Budie Utama Razak, Jakarta, Jumat (3/7).
Bukan tanpa alasan juga motif burung enggang menghasi kendaraan dari rombongan Dubes RI. Diungkap Tatang, hal ini lantaran enggang dianggap cukup familiar bagi warga setempat.
Enggang dinilai sekilas memiliki penampilan fisik yang sama dengan burung tukan yang berhabitat di Kolombia dan dikenal secara luas.
“Nah, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia dan Kolombia terpisah jarak, namun dua negara ini punya banyak kesamaan. Menarik juga hal ini untuk diketahui warga Kolombia sehingga membuat mereka terdorong untuk melakukan kerja sama di berbagai bidang,” tegasnya.
Di samping mempromosikan budaya Indonesia ke Kolombia, KBRI Bogota juga memanfaatkan hal tersebut untuk melakukan kerja sama di bidang budaya hingga pendidikan dengan Universitas Jarak Jauh dan Terbuka Nasional Zona Selatan serta Jaringan Universitas Huila.
Sementara Festival Bambuco sendiri merupakan kegiatan yang berasal dari budaya masyarakat Pegunungan Andes dengan menampilkan seni tari, musik, kerajinan tangan, hingga gastronomi dari penduduk lokal pada umumnya.

Belajar dari Kasus Daycare, Ini 7 Langkah Orang Tua Agar Anak Tetap Aman dan Berkembang Optimal 