Warta

Tumpukan Uang Dolar AS dan Singapura di Kafe de’Clan, Jampidsus Sering Mampir ke Sana

Penggeledahan di Kafe de'Clan Signature temukan miliaran dolar dan 74 kg emas terkait kasus korupsi batu bara PLN.

Stacks of bundled banknotes tied with red bands on a table suggesting a large cash amount
UANG: Tumpukan uang dolar AS dan Singapura temuan polisi di Kafe de'Clan Signature. (Sumber: Instagram b4risanmuda)

catrawarta.comPolisi menemukan tumpukan uang dalam bentuk dolar Amerika Serikat dan Singapura di ruang rahasia resto mewah Kafe de’Clan Signature, Jakarta Selatan. Di ruangan tersebut terdapat berbagai barang penting seperti dokumen, tas dan brankas berisi uang.

Temuan tersebut merupakan kelanjutan penyelidikan polisi melalui Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri. Penyelidikan juga tindak lanjut perkara dugaan korupsi batu bara untuk stok PLN. Ada banyak pihak yang sudah diperiksa termasuk perusahaan yang diduga melakukan penyimpangan stok batu bara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya tumpukan uang dolar AS dan Singapura dalam bentuk kertas pecahan besar. Polisi masih melakukan penghitungan jumlah pasti uang tersebut. Di samping uang kertas dolar, petugas juga menemukan berbagai dokumen yang diduga terkait dengan kasus korupsi batu bara.

”Ada suatu brankas, dan ini sudah dibuka. Ternyata memang ada beberapa dokumen dan penyimpanan uang dalam jumlah yang cukup besar, fantastis,” ungkap Budi dikutip dari rmol.id.

Seperti diberitakan, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Mabes Polri bekerja sama dengan Polda Metro Jaya menggerebek dan menggeledah Kafe de’Clan Siganture, Jakarta Selatan. Penggeledahan terkait kasus penyelewengan stok baru bara untuk PLN dengan kerugian negara mencapai Rp 5 triliun.

Rumah Mewah Diperiksa

Berbagai informasi menyebutkan kafe tersebut merupakan tempat transit Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Febrie Adriansyah. Seseorang yang memberi keterangan kepada media mengatakan Jampidsus sering transit di kafe bersama seseorang yang diduga pemilik tempat tersebut.

Menurut polisi, kasus yang sedang dalam pengembangan penyelidikan bukan hanya dugaan korupsi batu bara tetapi juga pencucian uang, suap, gratifikasi. Perkaranya juga terkait PT Asabri, Krakatau Steel yang sudah berlangsung sejak 2018.

Selain menggeledah kafe yang memiliki ruang rahasia penyimpanan barang berharga, polisi juga menggeledah sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Mereka juga menemukan berbagai barang berharga dalam jumlah besar.

Petugas menemukan dokumen, uang dan emas. Jumlah emas tergolong luar biasa karena mencapai 74 kilogram. Seluruh barang temuan masih dalam proses penghitungan. Belum ada keterangan resmi mengenai rincian temuan dan jumlah pasti.

Mengenai kabar yang beredar bahwa rumah Jampidsus Febrie Adriansyah juga digeledah, belum ada informasi resmi. Kendati demikian, dari berbagai rekaman video yang beredar, banyak petugas polisi dan TNI yang berjaga-jaga di rumah tersebut dengan senjata lengkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *