catrawarta.com — Perdana Menteri India, Narendra Modi, bersama Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan program konservasi Candi Prambanan di Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Modi menyebut Candi Prambanan sebagai simbol kuat ikatan budaya yang telah lama terjalin antara Indonesia dan India.
Kedua negara sepakat bekerja sama dalam upaya restorasi dan konservasi kompleks candi yang menjadi salah satu warisan budaya dunia tersebut.
“Saya akan meresmikan bersama Presiden Prabowo konservasi Candi Prambanan di Yogyakarta. Candi yang telah berusia lebih dari seribu tahun itu merupakan simbol budaya yang kita miliki bersama serta keterkaitan budaya antara Indonesia dan India,” kata Modi dalam pernyataan bersama di Istana Merdeka, Selasa (7/7/2026).
Program restorasi dan konservasi tersebut akan dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia bersama Archaeological Survey of India (ASI). Kesepakatan mengenai restorasi dan konservasi Candi Prambanan telah dibahas sejak kunjungan Presiden Prabowo ke India pada 2025.
Selain kerja sama pelestarian budaya, Modi mengatakan Indonesia dan India juga akan memperkuat diplomasi pendidikan yang telah terjalin sejak lama. Hubungan tersebut ditandai dengan pertemuan tokoh pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, dengan filsuf dan sastrawan India, Rabindranath Tagore, di Yogyakarta pada 1927.
Untuk memperingati momen bersejarah tersebut, kedua negara menetapkan Tahun Tagore-Dewantara 2026-2027 sebagai bagian dari upaya mempererat diplomasi budaya dan pendidikan.
“Era emas ada di hadapan kita bersama. Sejarah kita berakar dari budaya yang kita miliki bersama, sementara masa depan kita akan diwarnai oleh kesejahteraan bersama,” ujar Modi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dan PM Modi menggelar pertemuan di Istana Merdeka untuk menyaksikan penandatanganan serta pengumuman 16 dokumen kerja sama dan nota kesepahaman antara Indonesia dan India.

