catrawarta.com — Baru-baru ini, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dicap sebagai institusi kepolisian paling korup di kawasan Asia Tenggara. Klaim ini meluas di media sosial dan menjadi bahan diskusi bersama di beberapa platform seperti X hingga Facebook.
Peringkat hingga pernyataan ini secara jelas dirilis oleh Index Mundi, sebuah lembaga survei di Amerika Serikat yang kali ini mengungkap data berjuluk Police Corruption Perceptions Index, awal Juli 2026 lalu.
Di dalam daftar yang dirilis, Polri masuk ke dalam peringkat ke-18 dunia dan mendapat skor di angka 7,56. Ranking ini terasa begitu menyesakkan dada, sebab setidaknya ada 100 negara yang ikut disebutkan di dalam daftar. Sementara itu, ada Honduras yang mencapai skor 8,32 di peringkat pertama dan Denmark yang menjadi pelengkap di urutan ke-100.
Meski demikian, dalam halaman web resminya Indeks Mundi secara gamblang menyebut angka itu merupakan hasil survei persepsi saja dari pengunjung situs yang bersifat sukarela dan bukan menggunakan metode resmi.
“This section is based on surveys from visitros to this website,” sebagaimana dikutip dari laman resmi Index Mundi, Rabu (8/8).
Bahkan, ada pula pernyataan di dalam laman web yang menegaskan soal fungsi Indeks Mundi yakni sebatas pengumpulan data, alih-alih melakukan audit secara mandiri atau survey dengan metodologi sistematis.
Kepercayaan Tinggi di Dalam Negeri
Walaupun bukan merupakan hasil resmi yang bisa dipertanggungjawabkan, namun desas-desus mengenai hasil survei ini telah membuka mata Indonesia dan dunia mengenai persepsi kinerja Polri di masa kini.
Paradoksnya, Polri justru masih mendapatkan kepercayaan penuh dari dalam negeri. Berdasarkan hasil survei terbaru milik Litbang Kompas, publik masih memiliki tingkat kepercayaan kepada Polri di angka 82,4 persen.
Hasil ini dilaporkan meningkat dibandingkan survei yang dilakukan pada tahun 2025 lalu yakni di angka 76,2 persen. Survei ini melibatkan 1.200 responden di seluruh 38 provinsi di Tanah Air dengan menggunakan metode sampel acak berkala yang memiliki margin of error di angka sekitar 2,8 persen.
Di samping kepercayaan, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pelayanan Polri juga melesat tinggi di dalam negeri. Berdasarkan pernyataan resmi dari laman Polri, ada kenaikan di angka 65,1 persen di tahun lalu yang kemudian menembus angka 67,6 persen.
Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi A. berharap, seluruh personel Korps Bhayangkara ini memiliki kesadaran penuh untuk menjaga kualitas pelayanan dan tingkat kepercayaan publik di masa mendatang.
“Saya berharap seluruh jajaran Polri punya kesadaran menjaga konsistensi kenaikan trend persepsi publik ini di masa depan, terutama dari aspek kepuasan publik dan citra positif terhadap institusi. Semakin baik Polri, semakin baik juga bagi bangsa dan negara,” tandas Hasan dalam keterangannya, Sabtu (27/6), seperti yang dilansir dari laman resmi Polri.

